AksaraNewsroom.ID – Dinamika internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di tingkat pusat mendapat perhatian jajaran pengurus daerah. Ketua DPC PPP Kota Pangkalpinang, Rocky Husada, turut menyuarakan pentingnya menjaga soliditas partai di tengah proses restrukturisasi kepengurusan DPP PPP.
Dirinya yang juga anggota DPRD Kota Pangkalpinang itu menilai, setiap dinamika yang terjadi dalam tubuh partai harus disikapi secara dewasa dengan tetap mengedepankan aturan dan mekanisme organisasi.
Menurutnya, kepentingan membesarkan partai harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Sebab, perpecahan di internal hanya akan melemahkan konsolidasi dan menghambat perjuangan politik PPP ke depan.
“Kami dari DPC PPP Kota Pangkalpinang secara tegas mendukung upaya restrukturisasi kepengurusan DPP PPP di bawah komando Ketua Umum H. Muhammad Mardiono. Kami memandang langkah ini sebagai bagian dari penataan dan penguatan organisasi agar PPP semakin solid,” kata dia diwawancarai, Minggu (1/11).
“Tentunya jangan sampai dinamika di pusat justru membuat kader di daerah terpecah. PPP harus tetap satu komando dan berjalan sesuai mekanisme organisasi,” lanjut Rocky.
Ia pun menegaskan, jajaran pengurus dan kader di daerah perlu memiliki sikap yang jelas dalam menyikapi keputusan organisasi. Menurutnya, jangan sampai dinamika di tingkat pusat justru memunculkan kebingungan dan perbedaan arah di tingkat bawah.
“Partai ini memiliki aturan dan mekanisme yang harus dihormati bersama. Setiap keputusan organisasi harus disikapi secara bijak. Kami berharap seluruh kader bisa mengedepankan kepentingan partai daripada kepentingan pribadi maupun kelompok,” ujarnya.
Bagi Rocky, soliditas bukan sekadar pernyataan dukungan, melainkan komitmen seluruh kader untuk menjaga keutuhan organisasi, memperkuat komunikasi, serta menjalankan keputusan partai sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia juga berharap seluruh kader PPP di Kota Pangkalpinang tetap fokus menjalankan tugas politik dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, tanpa terseret terlalu jauh dalam polemik internal.
“Jangan sampai energi kader habis hanya untuk polemik internal. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, terutama memperkuat struktur partai dan membangun kepercayaan masyarakat. Konsolidasi harus terus diperkuat agar PPP lebih siap menghadapi Pemilu 2029,” katanya.
Terlebih, kata dia, PPP membutuhkan kekuatan organisasi yang solid untuk menghadapi tantangan politik ke depan. Konsolidasi dari tingkat pusat hingga daerah menjadi bagian penting dalam mempersiapkan partai menghadapi Pemilu 2029.
“Perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan hal yang dapat terjadi. Namun, perbedaan tersebut harus diselesaikan melalui jalur organisasi, bukan justru menjadi sumber perpecahan di antara sesama kader,” katanya.
Ia pun berharap PPP dapat melewati dinamika internal tersebut dan kembali memperkuat barisan untuk membesarkan partai, khususnya di Kota Pangkalpinang. (*)
















