AksaraNewsroom.ID — Cedera dan sempat vakum latihan tidak menyurutkan ambisi Ghia Rusmadi untuk tampil maksimal pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Kepulauan Bangka Belitung (Babel) 2026.
Atlet panjat tebing Kabupaten Bangka Tengah itu tetap membidik enam medali emas, meski kini masih menjalani pemulihan cedera.
Ghia yang merupakan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel) berusia 21 tahun tersebut tengah berupaya mengembalikan kondisi fisiknya secara bertahap menjelang pertandingan.
Porprov VII akan menjadi penampilan keduanya setelah sebelumnya menjalani debut pada 2018.
Namun, persiapan Ghia kali ini tidak berjalan mulus. Aktivitas perkuliahan sempat membuatnya harus mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama satu bulan sehingga vakum dari latihan.
Kembali ke arena setelah KKN, Ghia mengaku harus beradaptasi lagi dengan intensitas latihan. Baru sekitar dua minggu berlatih, ia justru mengalami cedera.
“ Saya kembali latihan itu sangat berat, dan baru dua minggu Ghia mengalami cedera,” ungkap Ghia kepada Tim Humas Porprov VII, Rabu (23/9/2026).
Kondisi Fisik Baru 50 Persen
Saat ini Ghia masih menjalani pemulihan untuk mengembalikan kondisi fisiknya. Ia menyebut kebugarannya baru berada di kisaran 50 persen.
Meski demikian, ia menargetkan kondisi fisiknya terus meningkat secara bertahap hingga sekitar 80 persen sebelum mencapai kesiapan penuh untuk bertanding.
Di tengah proses tersebut, Ghia tetap berusaha menjaga intensitas latihan sambil membagi waktu dengan aktivitas perkuliahan.
Pada Porprov VII Babel, ia berencana turun di lima hingga enam nomor panjat tebing.
“Saya harapkan enam medali emas untuk diri Ghia sendiri. Insyaallah, bismillah,” ujarnya.
Target tersebut menjadi motivasi Ghia untuk terus menjalani pemulihan sekaligus meningkatkan performanya sebelum pertandingan.
Ia berharap dapat melewati proses persiapan dengan baik dan memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Bangka Tengah.
Bagi Ghia, Porprov VII bukan hanya menjadi ajang kembali berkompetisi setelah cukup lama absen, tetapi juga kesempatan untuk membuktikan bahwa hambatan dalam persiapan tidak harus menghentikan target yang telah ditetapkan. (*)



















