AksaraNewsroom.ID – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Istana Klasik Jumputan terus memperkuat eksistensinya dalam melestarikan warisan budaya takbenda khas Sumatera Selatan. Mengusung kecintaan mendalam terhadap kain wastra Palembang, usaha ini sukses mengembangkan produk tradisi dengan sentuhan desain unik dan modern.
Beroperasi selama lebih dari tiga tahun, Istana Klasik Jumputan kini melangkah lebih jauh dengan memperluas jangkauan operasional melalui kehadiran toko fisik (offline) yang lebih luas dan variatif.
Langkah ekspansi ini kian diperkuat sejak Juli 2026, saat Istana Klasik Jumputan resmi menjadi bagian dari UMKM binaan Bank Sumsel Babel.
Melalui program pendampingan BSB, Istana Klasik Jumputan memperoleh akses permodalan melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang fleksibel. Tidak hanya permodalan, perbankan daerah ini juga memfasilitasi perluasan jangkauan pasar dengan melibatkan para perajin pada berbagai ajang bazar dan pameran.
Dari sisi digitalisasi operasional, kemudahan transaksi jual-beli kini didukung penuh oleh layanan QRIS Bank Sumsel Babel untuk menghadirkan proses pembayaran yang praktis, cepat, dan aman bagi para konsumen.
Pemilik Istana Klasik Jumputan, Emiliana Vera, mengungkapkan apresiasinya atas kolaborasi dan dukungan berkelanjutan dari pihak perbankan terhadap kemajuan usahanya.
“Terima kasih Bank Sumsel Babel atas dukungan dan kesempatan yang diberikan untuk mengembangkan usaha. Semoga BSB semakin sukses dan terus menjadi wadah bagi UMKM kreatif untuk bertumbuh,” ujar Emiliana.
Bank Sumsel Babel berkomitmen untuk tidak sekadar hadir sebagai penyedia layanan keuangan, melainkan juga bertindak sebagai mitra strategis pertumbuhan ekonomi lokal.
Dukungan komprehensif BSB kepada para pelaku usaha binaan mencakup empat pilar utama:
Akses Permodalan: Penyaluran KUR bersyarat mudah dengan suku bunga terjangkau.
Pemasaran: Pembukaan akses pasar melalui partisipasi aktif dalam pameran dan bazar.
Digitalisasi Transaksi: Penggunaan sistem pembayaran digital QRIS BSB.
Edukasi Finansial: Pendampingan pengelolaan keuangan usaha secara berkelanjutan.
Langkah pembinaan ini diharapkan dapat mendorong para pelaku UMKM lokal agar kian mandiri, berdaya saing tinggi, serta mampu memperkenalkan kekayaan budaya Sumatera Selatan ke ranah nasional maupun internasional.
Melalui semangat “Merawat tradisi, menghadirkan inovasi,” kain jumputan Palembang kini tak hanya diposisikan sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi penopang ekonomi yang berkelanjutan bagi para perajin dan pelestari budaya setempat. (*)


















