AksaraNewsroom.ID – Harapan untuk memiliki usaha peternakan yang lebih berkembang kini mulai terbuka bagi Kelompok Tani Maju di Kabupaten Bangka. Aspirasi kelompok tani untuk mengembangkan sektor peternakan mendapat perhatian Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bangka Belitung (Babel), Himmah Oliviaa.
Sebanyak 10 ekor bibit sapi telah disalurkan kepada Kelompok Tani Maju, Sabtu (7/11/2026). Penyaluran bantuan serupa juga direncanakan menyasar kelompok tani di dua wilayah lain di Kabupaten Bangka melalui program TA 2026.
Penyerahan bantuan tersebut turut dikawal langsung Ketua Komisi II DPRD Babel, yang diketuai Dody Kusdian bersama wakil dan anggota, Hummah Oliviaa alias Ahim, Rustamsyah dan Rina Tarol.
Menurut Ahim, sapaan akrabnya, bantuan tersebut diharapkan menjadi modal awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha peternakan, meningkatkan produktivitas kelompok tani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Ahim, memastikan bantuan bibit sapi yang disalurkan di daerah pemilihannya tersebut diterima dalam kondisi baik.
Menurutnya, pemeriksaan tidak hanya menyangkut kondisi kesehatan sapi, tetapi juga kelayakan kandang dan ketersediaan pakan.
Pihaknya turut meninjau kesiapan kelompok tani, mulai dari kondisi kandang hingga ketersediaan pakan, guna memastikan ternak dapat dipelihara dan dikembangkan secara optimal.
Selain itu, kata Ahim, keberhasilan program bantuan tidak cukup diukur dari terealisasinya penyaluran.
“Alhamdulillah, kelompok tani sudah menerima bantuan sapi dari Pemprov Babel. Ini tentu tidak terlepas dari dukungan dan perjuangan kawan-kawan di Komisi II DPRD Babel. Pihak dinas juga menyambut baik sehingga program ini bisa dianggarkan dan direalisasikan,” ujar Ahim.

- Baca Juga: Bantuan 10 Bibit Sapi di Bangka Direalisasikan, Komisi II DPRD Babel Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Hal yang tidak kalah penting, kata Ahim, adalah memastikan ternak dipelihara dengan baik sehingga dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi penerimanya.
Ia menjelaskan, terealisasinya bantuan tersebut merupakan hasil sinergi Komisi II DPRD Babel dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Sejak tahap pengusulan dan penganggaran, pihak dinas disebut memberikan respons positif terhadap program tersebut.
“ dan direalisasikan,” ujar Ahim.
Ia menyebutkan, program bantuan bibit sapi tersebut menyasar tiga lokasi, di antaranya Penagan dan Air Ruai. Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pengembangan peternakan masyarakat, sekaligus bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan.
Ahim mengingatkan agar seluruh penerima menjaga bantuan tersebut dengan penuh tanggung jawab. Ia berharap sapi yang telah disalurkan tidak diperjualbelikan, melainkan dirawat dan dikembangkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Bantuan yang sudah ada ini tolong dijaga dan dirawat dengan baik. Jangan dijual,” pesan Ahim sembari berkelakar.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan aspirasi maupun kebutuhan yang berkaitan dengan pengembangan pertanian dan peternakan. Menurutnya, berbagai usulan tersebut dapat menjadi bahan perjuangan dalam mendorong program pemerintah berikutnya.
“Kalau ada masyarakat yang memiliki keinginan atau usulan program untuk mendukung kelompok tani, silakan disampaikan. Kita akan melihat apa yang bisa diperjuangkan,” tambahnya.
Sementara itu, Lurah setempat yang juga bertindak sebagai penasihat Kelompok Tani Limbang Jaya Maju menyampaikan apresiasi atas terealisasinya bantuan tersebut.
Ia mengungkapkan, antusiasme anggota kelompok tani terlihat sejak sapi bantuan tiba. Para anggota bahkan hampir sepanjang waktu berada di lokasi untuk memantau dan memastikan kondisi ternak tetap terjaga.
“Terima kasih sudah memperjuangkan program ini. Semangat kawan-kawan kelompok tani luar biasa. Setelah mendapatkan bantuan, mereka hampir 24 jam berada di sini untuk melihat dan menjaga sapi-sapi tersebut,” ungkapnya.
Ia berharap bantuan tersebut menjadi awal perkembangan kelompok tani sehingga ke depan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Apresiasi juga disampaikan Sidik, perwakilan warga. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu memperjuangkan aspirasi kelompok tani hingga bantuan tersebut dapat direalisasikan.
“Kami mewakili kelompok tani mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya karena telah berkenan hadir langsung di tempat kami. Amanah yang telah diberikan ini akan kami jaga dan rawat dengan sebaik-baiknya. Semoga segala kebaikan mendapat balasan dari Allah SWT,” tuturnya.
Lima Tahun Menunggu, Kelompok Tani Ajukan Mesin Pencacah Rumput
Di balik rasa syukur atas terealisasinya bantuan delapan ekor bibit sapi, kelompok tani masih memiliki kebutuhan lain untuk menunjang keberlanjutan peternakan.
Ketua Kelompok Tani, Sukarman, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil perjuangan panjang. Usulan pengadaan bibit sapi bahkan telah diajukan sejak kurang lebih lima tahun lalu.
Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Ahim dan Rustamsyah yang dinilai turut mengawal aspirasi kelompok hingga akhirnya mendapatkan perhatian pemerintah.
“Terima kasih kepada Bapak Rustamsyah dan Pak Ahim. Alhamdulillah, apa yang sudah kami perjuangkan akhirnya tercapai. Kurang lebih sudah lima tahun kami mengajukan bantuan ini,” ujar Sukarman.
Namun, menurutnya, pengembangan peternakan membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Salah satu kebutuhan yang kini diharapkan dapat diperjuangkan adalah mesin pencacah rumput untuk membantu penyediaan pakan ternak.
Keberadaan mesin tersebut dinilai dapat mempermudah pekerjaan anggota kelompok, terutama dalam mengolah rumput sebagai pakan sapi.
“Kami berharap ke depan ada bantuan mesin pencacah rumput untuk kebutuhan pakan sapi. Kalau memang ada anggarannya, mudah-mudahan bisa diperjuangkan. Ini sangat membantu kelompok tani dalam merawat dan mengembangkan ternak,” harapnya. (*)
















