AksaraNewsroom.ID – Usia armada menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah dalam mempertahankan layanan transportasi pelajar. Dari 30 armada yang disiapkan, 29 bus dan satu angkutan kota saat ini masih beroperasi melayani pelajar di seluruh kecamatan.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Diperkimhub) Bangka Tengah, Rahmat Wibowo, mengatakan kondisi armada terus dipantau agar pelayanan transportasi pelajar tetap berlangsung dengan memperhatikan aspek keselamatan.
Rahmat menyampaikan hal tersebut saat memberikan keterangan didampingi Kabid Perhubungan Diperkimhub Bangka Tengah, Rabu (12/8/2026).
“Untuk pelajar, kita menyediakan 30 bus. Yang beroperasi 29 bus dan satu angkot. Pelayanannya mencakup seluruh kecamatan,” kata Rahmat.
- Baca Juga: Antrean Pertalite di Koba Dipicu Pengerit dan Pengalihan Kuota? Begini Penjelasan Disperindagkop-UKM
Menurutnya, kendaraan yang digunakan tidak dilepas begitu saja untuk beroperasi. Pemeliharaan dilakukan secara berkala dan setiap armada wajib menjalani uji KIR enam bulan sekali.
“Armada untuk mengangkut pelajar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bangka Tengah tetap kita jaga kelayakannya melalui perawatan dan KIR setiap enam bulan,” ujarnya.
Meski perawatan terus dilakukan, persoalan umur kendaraan tidak dapat diabaikan. Rahmat menyebut rata-rata armada yang digunakan saat ini telah berusia lebih dari 10 tahun.
“Kondisi mobil sudah tua, rata-rata usianya hampir 10 tahun ke atas. Sehingga memerlukan untuk dilakukan penambahan armada terbaru,” katanya.
Karena itu, Diperkimhub Bangka Tengah terus mendorong adanya dukungan armada baru. Selain mengajukan permohonan kepada Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah juga berupaya membuka peluang melalui program CSR BUMN.
“Kalau berbicara Kementerian Perhubungan dan CSR BUMN, kita usulkan terus-menerus,” ujar Rahmat.
Ia mengatakan Kementerian Perhubungan menjadi salah satu pihak yang paling memungkinkan memberikan dukungan armada. Proposal pengadaan kendaraan telah disampaikan sejak awal tahun.
“Yang memiliki peluang adalah Kementerian Perhubungan. Dari awal tahun kita sudah sampaikan. Proposal sudah kita sampaikan. Bangka Tengah paling rajin mengajukan,” tuturnya.
Bantuan terakhir dari Kementerian Perhubungan diterima Bangka Tengah pada 2019 dalam bentuk kendaraan Elf. Setelah itu, pemerintah daerah kembali mengusulkan tambahan armada untuk mengantisipasi kebutuhan transportasi pelajar sekaligus menghadapi kondisi kendaraan yang semakin tua.
Namun, usulan tersebut masih berada dalam proses. Pemkab Bangka Tengah masih menunggu validasi dan keputusan pemerintah pusat sebelum mengetahui apakah bantuan dapat direalisasikan.
“Namun hingga saat ini masih menunggu informasi lebih lanjut. Biasanya akhir tahun, sekitar Oktober, baru kita mengetahui ada atau tidaknya bantuan,” jelas Rahmat.
Jika tambahan armada terealisasi, kendaraan baru tersebut diharapkan dapat memperkuat layanan transportasi pelajar sekaligus mengurangi tekanan terhadap armada lama. Pemerintah daerah tetap mempertahankan pemeliharaan dan uji kelayakan sebagai langkah menjaga keselamatan selama proses pengadaan armada baru berlangsung. (AQB)


















