AksaraNewsroom.ID– Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia meminta Fraksi Golkar di DPR RI tidak berpuas diri dengan capaian yang telah diraih. Fraksi Golkar didorong untuk tampil lebih menonjol dalam menjalankan fungsi parlemen, khususnya di bidang legislasi.
Bahlil bahkan mengingatkan kader-kader Golkar di parlemen agar tidak bekerja “lombo-lombo, loyo” atau sekadar menjalankan rutinitas tanpa menunjukkan peran politik yang kuat.
Dalam pernyataannya di pembukaan TOT Akademi Golkar, dikutip Aksara Newsroom, Bahlil tidak hanya menyoroti kinerja Fraksi Golkar secara umum. Ketua Komisi XII DPR RI dari Fraksi Golkar, Bambang Pati Jaya alias BPJ, turut menjadi sasaran kritik.
Menanggapi pernyataan tersebut, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar sekaligus Ketua Fraksi Golkar DPR RI, Sarmuji, mengatakan dorongan tersebut tidak terlepas dari tingginya standar yang ditetapkan Bahlil terhadap kinerja fraksi.
“Pak Ketum standarnya tinggi,” ujar Sarmuji saat dikonfirmasi Aksara Newsroom, Kamis sore (13/7/2026).
- Baca Juga: Sekjen Golkar Ingatkan DPD Dituntut Proaktif Hadapi Aspirasi Masyarakat, DPRD Wajib Tindaklanjuti
Menurut Sarmuji, penilaian Bahlil terhadap Fraksi Golkar sebenarnya cukup positif. Sebelumnya, Bahlil disebut menilai kinerja Fraksi Golkar dibandingkan dengan fraksi atau partai politik lain sudah lebih baik.
Namun, bagi Bahlil, Sarmuji mengingatkan capaian tersebut tetap harus diikuti dengan peningkatan peran. “Kalimat sebelumnya beliau mengatakan Fraksi Golkar dibandingkan dengan Fraksi/Partai lain lebih bagus. Tapi beliau ingin perannya lebih baik lagi,” kata Sarmuji.

Sarmuji menyebutkan, prinsip tersebut juga menjadi standar yang diterapkan di internal Fraksi Golkar. Artinya, capaian yang sudah dinilai baik bukan menjadi alasan untuk berhenti melakukan perbaikan.
“Itu juga standar yang Fraksi terapkan. Meskipun sudah bagus harus ada peningkatan dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Ia memastikan Fraksi Golkar memiliki mekanisme monitoring dan evaluasi terhadap kinerja internal. Menurutnya, evaluasi tersebut dilakukan secara berkala untuk memastikan agenda dan target yang telah ditetapkan dapat berjalan.
“Monitoring dan evaluasi selalu kita lakukan secara berkala untuk memastikan semua berjalan sesuai yang kita tetapkan,” tutur Sarmuji.
- Baca Juga: Yusril Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Petugas Lapas yang Menyimpang, Siap-siap ke Nusakambangan?
Meski demikian, Sarmuji tidak merinci apakah arahan Bahlil akan berujung pada evaluasi khusus terhadap pimpinan komisi tertentu. Ia hanya memastikan monitoring dan evaluasi internal tetap dilakukan secara berkala.
Tongkat Komando BPJ Turut Disentil
Bambang Pati Jaya Turut Disentil
Dalam pernyataannya, Bahlil tidak hanya menyoroti kinerja Fraksi Golkar secara umum. Ketua Komisi XII DPR RI dari Fraksi Golkar, Bambang Pati Jaya, turut menjadi sasaran kritik.
Bahlil mempertanyakan sejauh mana Bambang menjalankan kewenangannya sebagai Ketua Komisi XII. Ia bahkan mengingatkan agar posisi ketua komisi tidak justru lebih banyak dikendalikan oleh wakil ketua.
“Mana Bambang Pati Jaya. Bambang kau itu ketua komisi, jangan wakil ketua komisi yang ngatur kau,” kata Bahlil.
Bahlil kemudian mengaitkan kritik tersebut dengan karakter kader Golkar yang menurutnya harus mampu menjalankan mandat ketika telah diberikan jabatan strategis.
“Jangan apa ya, ciri Golkar itu begitu. Ini dikasih jabatan, dikasih tongkat komando, tapi setengah diambil orang. Macam mana?” ujarnya.
- Baca Juga: Menanti Arah Golkar, Gerindra, NasDem di Pilwako Pangkalpinang, Penantang Molen atau Gabung Koalisi?
Bahlil bahkan membuka kemungkinan agar posisi tersebut kembali dipertimbangkan apabila kondisi tersebut terus terjadi.
“Ya, ini bisa dipertimbangkan lagi kalau begini,” sentil Bahlil.
Ketika dikonfirmasi mengenai kritik tersebut, Bambang Pati Jaya hingga berita ini ditulis hingga tayang belum memberikan respons.
Penulis: Hendri J. Kusuma/DD
















