https://aksaranewsroom.id/kontak/ https://aksaranewsroom.id/kontak/ https://aksaranewsroom.id/kontak/
  • Aksara Newsroom | Bertutur Dengan Data
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Newsroom
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Februari 24, 2026
  • Login
Aksara Newsroom
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Aksara Newsroom
No Result
View All Result
https://aksaranewsroom.id/ https://aksaranewsroom.id/ https://aksaranewsroom.id/
ADVERTISEMENT

Dibalik Gemerlap Bianglala, Petani Rias Dibayangi Kegelisahan Beralihnya Hulu Sungai ke Perkebunan Sawit

Hendri J. Kusuma by Hendri J. Kusuma
21 Februari 2025
0 0
A A
Share on FacebookShare on Twitter

TOBOALI, AksaraNewsroom.ID – Salah satu dari sekian petani di wilayah Bangka Selatan, Dul Rasyid, dibayang-bayangi atas kegelisahan beralihnya kawasan ditenggarai resapan air atau hutan rawa pada hulu sungai lantaran kini diduga ‘disulap’ menjadi areal perkebunan sawit di antara Desa Jeriji dan Bikang, yang dikhawatirkan berdampak terhadap suplai air di Bendungan Metukul.

Ternyata di balik euforia gemerlap Bianglala, wahana yang sedang digandrungi di Bangka Selatan, terselip suara kelompok petani yang terpinggirkan serta larut dalam gelisah atas ‘tersandera-nya’ hulu sungai pasca dikuasi perusahaan perkebunan sawit.

“Tahun kemarin itu sudah ada kekhawatiran. Pernah kekeringan, bahkan sampai menggunakan pompa air karena airnya tidak bisa ngalir lagi. Jadi pakai pompa air. Iya, waktu pembukaan lahan,” ujar pria yang telah menginjak usia di angka 50 tahun itu kepada Aksara Newsroom, Jumat (21/2/2025)

  • Baca Juga: Ditreskrimsus Polda Babel Benarkan Sedang Selidiki Proyek Dermaga Plengsengan Tanjung Gading

Pria yang telah lama menghabiskan waktunya untuk bertani dan kawan-kawan petani lainnya ternyata telah lama berjuang menyuarakan kegelisahan atas pembukaan lahan dan mempertahankan kawasan hutan rawa itu. Menariknya, siapa orang di balik pemilik perusahaan itu masih menjadi misteri alias tidak diketahui.

Padahal diungkap Dul, kenyataannya bahwa kawasan hutan itu beralih ke hamparan perkebunan sawit sekitar dua tahun terakhir.

“Jadi Kades kita juga kebingungan, karena tidak ada sama sekali izin dan semacamnya, tahu-tahunya lahan itu sudah dibuka,” kata dia.

“Kita tanya-tanya katanya punya perusahaan. Tidak ada yang ngasih tahu itu perusahaan siapa sebenarnya,” ungkap Dul.

Dul tampak tak kuasa meluapkan kekecewaannya. Pasalnya suara mereka tak kunjung diindahkan meski telah berulang mempertanyakan keberadaan hamparan sawit itu disampaikan kepada sejumlah pihak.

“Bahkan masyarakat sampai ada mengajak karena kita sebagai LPM untuk demo. Agar supaya perkebunan sawit itu jangan berlanjut lagi maksudnya. Namun (pertemuan itu) sampai sekarang tidak ada tanggapan dan kepastian,” ujarnya.

  • Baca Juga: Perpanjangan HGU Perkebunan Sawit di Belitung Dipertanyakan, Ditenggarai Kangkangi Aturan

Pria itupun menyela dengan kesal, semestinya kawasan hutan rawa atau hulu sungai tersebut tidak biarkan digunduli dan kini dikuasai oleh perusahaan perkebunan sawit.

“Hutan lindung itu perlu dilindungi. Jangan sampai harapan petani itu hulunya di tanam sawit. Kekhawatirannya, itu bahaya untuk pangan kita. Rias sudah disebut kawasan lumbung pangan dari tahun 2007,” ungkap dia.

FOTO : Hamparan Perkebunan Sawit Dibalik Embung Pumpung/Ist

Aliran sungai ini satu-satunya harapan sumber aliran air yang menyuplai air ke Bendungan Metukul dan Embung Pumpung, yang sejak lama mengaliri area persawahan di Desa Rias.

Jumlah petani di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan, terbagi-bagi dalam 48 kelompok tani. Adapun area persawahan yang masuk produktif alias aktif tercatat ada 3.500 hektar di Rias. Tak lama lagi, kata Dul, akan memasuki masa panen.

“Karena petani Desa Rias hanya mengandalkan bendungan Metukul dan Embung Pumpung. Karena dua inilah harapan warga Desa Rias. Ketika sudah dibuka lahan perkebunan sawit ini ada kekhawatiran air tidak mencukupi lagi,” katanya.

  • Baca Juga: Hulu Sungai Perbatasan Desa Rias dan Bikang Diduga Ditanami Sawit, Bendungan Terancam Alami Kekeringan

Dirinya mengaku tidak mengetahui apakah adanya peralihan kawasan hutan ke perkebunan, maupun RTRW pada wilayah yang kini ditanami sawit itu. Namun kata dia, sepengetahuannya keberadaannya merupakan hutan rawa.

“Itu kalau setahu saya hutan lindung Pak, karena itu rawa-rawa. Kalau itu (pelepasan kawasan hutan) kami kurang memahami, karena tahu-tahunya sudah ditanami pihak perusahaan itu. Pak Kades pun tidak tahu,” katanya.

Kades Desa Rias, Muslim Divo, belum memberikan keterangan lebih lanjut atas upaya konfirmasi yang dilayangkan kepada dirinya. “Bentar ok,” jawabnya saat dikonfirmasi Aksara Newsroom melalui pesan WhatsApp, Jumat (21/2).

Sementara itu Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Bangka Selatan, sayangnya terkesan tutup mata atas keberadaan hamparan perkebunan sawit di hulu sungai yang kenyataannya disuarakan lama masyarakat petani di Desa Rias.

“Kami hanya melakukan sesuai dengan tupoksi kerja kami,” ujar Risvandik. ujar Plt. Kepala DPPP Bangka Selatan, Risvandik, ditanya soal pengawasan maupun tindakan apa yang mereka lakukan atas keberadaan tanaman sawit yang berlarut di resahkan masyarakat petani di Rias.

“Kalau itu sudah ranahnya kehutanan dan perizinan, Pak. Silahkan hubungi pihak terkait hal tersebut,” ujar dia, Jumat (21/2).

Namun ditegaskannya, DPPP Kabupaten Basel tidak mengeluarkan izin atau rekomendasi atas keberadaan perkebunan sawit yang dikeluhkan patani di Desa Rias itu. “Kami tidak pernah mengeluarkan rekomendasi apapun,” kata Risvandik, seraya menyarankan soal itu karena bukan wewenangnya.

Risvandik lalu menyarankan sekaligus mengiyakan, menanyakan status dan peruntukan kawasan itu apakah hutan produksi atau konservasi ke PU Bangka Selatan. “Untuk status hutan bukan kewenangan kami,” kata dia, seraya meminta dikonfirmasi ke PU Basel.

Namun di media sosial Tiktok Aksara Newsroom, melalui akun @riza_herdavid, diduga akun Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, malah menandai sebuah akun diduga milik DKPP Basel untuk memastikan persoalan itu.

Kemunculannya itu merespon pertanyaan netizen atas dugaan informasi sekitaran hulu sungai antara Jeriji dan Bikang diduga ditanami sawit hingga bendungan Matukul terancam.

“@RISVANDIKA, DKPP BASEL cek kawan-kawan,” tulis Riza, dikutip Aksara Newsroom, lalu dijawab akun diduga milik Kepala DPPP Basel itu akan turun ke lapangan.

Sementara itu Plh. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Kurniadi, belum merespon upaya konfirmasi yang dilakukan Aksara Newsroom.

  • Baca Juga: Rina Tarol Desak Terbentuknya Satgas Penertiban Kawasan Hutan, Ini Alasannya

Ancaman Bendungan Metukul

Kekhawatiran atas munculnya masalah baru diduga tidak bisa dihindarkan oleh masyarakat petani di Rias. Selain ancaman kekeringan bendungan Matkul, area persawahan petani digenangi banjir pada 2024 silam. Penyebabnya diduga rusaknya sistem penyerapan pada hulu sungai yang kini disebut sudah menjadi hamparan perkebunan sawit.

“Karena tidak ada penahanan lagi, sudah dibuka hamparan perkebunan, terutama lahannya sudah di skat (petakan), curah hujan airnya masuk,” kata Dul Rasyid, seorang petani di Desa Rias.

“Yang jelas permasalahannya saat ini kekurangan air dan ketika curah hujan tinggi bisa menyebabkan banjir,” ujar dia.

  • Baca Juga: Kondisi Dermaga Tanjung Gading Pongok Memprihatinkan, Padahal Terbilang Baru Dibangun Belasan Miliar

Kekhawatiran limbah seperti pupuk ataupun pestisida, ujar Dul, memang belum dirasakan masyarakat petani untuk saat ini. Alasannya, penggunaan bahan kimia tersebut belum dilakukan mengingat usia sawit terbilang baru ditanami.

Dia tidak menampik kendala mulai muncul setelah adanya pembukaan lahan perkebunan sawit hampir dua tahun belakangan. Memang, dikatakan dia nampak kekurangan air untuk sawah saat ini tidak begitu dirasakan dan terlihat. Namun ancaman nyata kekurangan air itu terasa jika hujan sudah jarang turun.

“Tapi ketika hujan sudah mulai jarang, seminggu sekali itu mulai kekurangan,” katanya.

Ketika ada pembangunan bendungan Matukul, menurutnya, sebenarnya mencukupi walaupun ada kemarau sekitar lima bulan.

“Tapi setelah ada kegiatan penanaman sawit di hulu bendungan atau pesisir termasuk bagian hulunya, itu ada kendala, jadi ada kekurangan air. (Debit) Airnya berkurang, karena apa, karena seharusnya airnya ter suplai ke bendungan kini akhirnya terserap ke area kebun sawit itu,”

Tak seperti biasanya alias dihindari oleh petani di Desa Rias, pasalnya masalah baru mulai muncul. Pada tahun 2024 kemarin, areal sawah petani digenangi banjir. Penyebabnya diduga rusaknya sistem penyerapan air pada hulu sungai yang kini menjadi hamparan perkebunan sawit.

Kekhawatiran limbah seperti pupuk dan pestisida, ujar Dul, memang belum dirasakan masyarakat petani untuk saat ini. Alasannya, penggunaan bahan kimia tersebut belum dilakukan mengingat usia sawit terbilang baru ditanami.

“Yang jelas permasalahannya saat ini kekurangan air dan ketika curah hujan tinggi bisa menyebabkan banjir,” katanya.

“Karena tidak ada penahanan lagi, sudah dibuka hamparan perkebunan, terutama lahannya sudah di skat (blok-blok), curah hujan airnya masuk,” kata dia, mengeluh sistem penyerapan air yang kini rusak.

Dikhawatirkan oleh Dul, ujung kekecewaan atas rusaknya pengairan membuat petani akan terpaksa melepas lahan ikut mengalihkan lahan pertanian ke perkebunan sawit. “Kekhawatirannya, itu bahaya untuk pangan kita. Rias sudah disebut kawasan lumbung pangan dari tahun 2007,” katanya.

Penulis : Hendri J. Kusuma/Dede

  • Baca Juga: Mencuat Aroma Dugaan Konflik Kepentingan di RSUD Depati Hamzah, Terkuak Ikut Campur Kolegium hingga Soal 17 Miliar
Tags: Bangka BelitungBendungan MetukulDesa RiasDinas KehutananDPPP BaselEmbung PumpungKekeringanLegalitasLumbung PanganPadiPetaniRiza HerdavidSawah
ShareTweetSend

Related Posts

Tarif Jutaan Sekali Kencan, Seorang Muncikari Prostitusi Online di Pangkalpinang Diamankan Polisi

Tarif Jutaan Sekali Kencan, Seorang Muncikari Prostitusi Online di Pangkalpinang Diamankan Polisi

by Hendri J. Kusuma
23 Februari 2026
0

PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bangka Belitung mengungkap praktik prostitusi online yang beroperasi di Kota Pangkalpinang. Seorang...

Rocky Husada Puji Pengungkapan Jaringan Narkoba Skala Besar oleh Satresnarkoba Pangkalpinang

Rocky Husada Puji Pengungkapan Jaringan Narkoba Skala Besar oleh Satresnarkoba Pangkalpinang

by Hendri J. Kusuma
23 Februari 2026
0

PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID - Anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Rocky Husada, mengapresiasi kinerja Satuan Reserse Narkoba Polresta Pangkalpinang atas keberhasilan mengungkap peredaran...

Nilai Berpotensi Pangkas Hak Pilih Warga, Fraksi Gerindra Pangkalpinang Tolak Mekanisme Pengisian RT/RW di Perwako LKK

Ketua Fraksi Gerindra Pangkalpinang Apresiasi Satresnarkoba Ungkap Peredaran Ekstasi Skala Besar

by Hendri J. Kusuma
23 Februari 2026
0

PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID - Anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Muhammad Iqbal, mengapresiasi keberhasilan Satuan Reserse Narkoba Polresta Pangkalpinang dalam mengungkap peredaran narkotika...

Load More
Next Post
Kasus Penyelundupan Pasir Timah di Beltim, Polisi Tetapkan Satu Tersangka Baru, Ini Perannya

Kasus Penyelundupan Pasir Timah di Beltim, Polisi Tetapkan Satu Tersangka Baru, Ini Perannya

Gelar Open House, TK Kutilang 1 Pangkalpinang Latih Potensi Anak Didik Lewat Kegiatan Sosial Emosional

Gelar Open House, TK Kutilang 1 Pangkalpinang Latih Potensi Anak Didik Lewat Kegiatan Sosial Emosional

Alumni Program Pemali Boarding School PT Timah Berbagi Kisah Inspiratif, Yuk Intip Pengalamannya

Alumni Program Pemali Boarding School PT Timah Berbagi Kisah Inspiratif, Yuk Intip Pengalamannya

Hadirnya Komisariat dan Rayon PMII Bangka, Rio Saputra Yakin Langkah Awal Pergerakan Besar

Hadirnya Komisariat dan Rayon PMII Bangka, Rio Saputra Yakin Langkah Awal Pergerakan Besar

Hendra Ditemukan Tewas di Atap Rumah Warga di Perumahan Damai Lestari 5

Hendra Ditemukan Tewas di Atap Rumah Warga di Perumahan Damai Lestari 5

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

  • 5 Smelter Timah Disita Kejagung Bakal Beroperasi Kembali, Dikelola BUMN Menugaskan PT Timah

    5 Smelter Timah Disita Kejagung Bakal Beroperasi Kembali, Dikelola BUMN Menugaskan PT Timah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bocah Perempuan Korban Diterkam Buaya Ditemukan di Dekat Perairan Jembatan Emas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Breaking News! Kejati Babel Diduga Geledah Kantor BWS Babel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mitos Sentuh Kelamin Patung Victor Noir Cegah Kemandulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Respon Gugatan PTUN! DL Wagub Babel Telah Habiskan Rp217 Juta dalam 3 bulan, Gubernur Hidayat Ternyata Segini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
5 Smelter Timah Disita Kejagung Bakal Beroperasi Kembali, Dikelola BUMN Menugaskan PT Timah

5 Smelter Timah Disita Kejagung Bakal Beroperasi Kembali, Dikelola BUMN Menugaskan PT Timah

23 April 2024
Bocah Perempuan Korban Diterkam Buaya Ditemukan di Dekat Perairan Jembatan Emas

Bocah Perempuan Korban Diterkam Buaya Ditemukan di Dekat Perairan Jembatan Emas

4 Februari 2025
Breaking News! Kejati Babel Diduga Geledah Kantor BWS Babel

Breaking News! Kejati Babel Diduga Geledah Kantor BWS Babel

18 Juni 2025
Mitos Sentuh Kelamin Patung Victor Noir Cegah Kemandulan

Mitos Sentuh Kelamin Patung Victor Noir Cegah Kemandulan

20 Juni 2023
Pemkot Pangkalpinang Terima 130 Kuota PPPK 2022, Ini Formasi dan Jadwal Pelaksanaannya

Pemkot Pangkalpinang Terima 130 Kuota PPPK 2022, Ini Formasi dan Jadwal Pelaksanaannya

1
Larangan Ekspor Timah, Berdampak Terhadap Pelaku Usaha dan Perekonomian Babel?

Larangan Ekspor Timah, Berdampak Terhadap Pelaku Usaha dan Perekonomian Babel?

1
Tak Ditemukan Kerugian Negara, Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi di DPC Demokrat Pangkalpinang Dihentikan

Tak Ditemukan Kerugian Negara, Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi di DPC Demokrat Pangkalpinang Dihentikan

1
Kurangi Ketergantungan Impor Bahan Pangan di Babel, PT TAM Siapkan Perkebunan Cabai dan Jagung

Kurangi Ketergantungan Impor Bahan Pangan di Babel, PT TAM Siapkan Perkebunan Cabai dan Jagung

1
Tarif Jutaan Sekali Kencan, Seorang Muncikari Prostitusi Online di Pangkalpinang Diamankan Polisi

Tarif Jutaan Sekali Kencan, Seorang Muncikari Prostitusi Online di Pangkalpinang Diamankan Polisi

23 Februari 2026
Rocky Husada Puji Pengungkapan Jaringan Narkoba Skala Besar oleh Satresnarkoba Pangkalpinang

Rocky Husada Puji Pengungkapan Jaringan Narkoba Skala Besar oleh Satresnarkoba Pangkalpinang

23 Februari 2026
Nilai Berpotensi Pangkas Hak Pilih Warga, Fraksi Gerindra Pangkalpinang Tolak Mekanisme Pengisian RT/RW di Perwako LKK

Ketua Fraksi Gerindra Pangkalpinang Apresiasi Satresnarkoba Ungkap Peredaran Ekstasi Skala Besar

23 Februari 2026
Satresnarkoba Pangkalpinang Bongkar Peredaran Ekstasi Skala Besar, Terendus Jaringan Aceh

Satresnarkoba Pangkalpinang Bongkar Peredaran Ekstasi Skala Besar, Terendus Jaringan Aceh

23 Februari 2026
ADVERTISEMENT

Tags

ADV Advertorial Algafry Rahman Bangka Barat Bangka Belitung Bangka Selatan Bangka Tengah Bawaslu Belitung Beltim BSB BUMN Bupati Bangka Tengah DPRD DPRD Babel Erzaldi Rosman Djohan Gubernur Babel Hidayat Arsani IUP Kapolda Babel Koba KPU Lingkungan MIND ID Mobil Sehat PT Timah Tbk Molen Nelayan Pangkalpinang Pangkalpinang Pemilu 2024 Pemkab Bangka Tengah Pemkot Pangkalpinang Pemprov Babel Pilkada 2024 Pj Gubernur Babel Polda Babel Politik Program CSR PT Timah Tbk PT Timah PT Timah Tbk Rina Tarol Safrizal Zakaria Ali Timah TINS UMKM
  • Aksara Newsroom | Bertutur Dengan Data
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Newsroom
  • Pedoman Media Siber

PT. AKSARA MEDIA INDONESIA - All rights reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Lingkungan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Makro
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Destinasi
    • Kuliner
    • Budaya
    • Humaniora
  • Olahraga
  • Lokal Newsroom
    • Pangkalpinang
    • Bangka Tengah
    • Bangka
    • Belitung
    • Bangka Selatan
    • Bangka Barat
  • Newsroom
    • Newsroom
    • Kontak
    • Disclaimer
  • Aksara Newsroom | Bertutur Dengan Data

PT. AKSARA MEDIA INDONESIA - All rights reserved