AksaraNewsroom.ID — Anggota DPD RI/MPR RI dari Daerah Pemilihan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinda Rembulan, B.A., melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan melibatkan mahasiswa STISIPOL Pahlawan 12 sebagai peserta.
Kegiatan yang dilaksanakan di Jl. Pulau Lepar, Kompleks Perkantoran dan Permukiman Terpadu Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kelurahan Air Itam, 20 Juni 2026 tersebut menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk memahami sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaian materinya, Dinda Rembulan menekankan bahwa kesadaran terhadap kebhinekaan merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Indonesia memiliki keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, maupun latar belakang sosial yang menjadi kekayaan bangsa sekaligus membutuhkan sikap saling menghormati.
“Kebhinekaan bukan alasan untuk kita terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia. Perbedaan harus kita sikapi dengan saling menghargai, karena persatuan Indonesia dibangun dari keberagaman,” ujar Dinda Rembulan dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, mahasiswa sebagai kelompok intelektual dan generasi penerus bangsa memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki kesadaran kebangsaan, toleransi, sikap kritis, dan kemampuan menghargai perbedaan.
Dinda juga mengajak para mahasiswa untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tantangan kebhinekaan pada era digital semakin kompleks. Arus informasi yang begitu cepat dapat menjadi sarana memperkuat persatuan, tetapi juga berpotensi memunculkan hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, serta polarisasi di tengah masyarakat.
Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen pemersatu dengan menggunakan ruang digital secara bijak, melakukan verifikasi informasi sebelum menyebarkannya, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah belah masyarakat.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana interaktif melalui penyampaian materi dan dialog bersama mahasiswa. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan pertanyaan terkait penerapan nilai-nilai kebangsaan serta persoalan kebhinekaan yang dihadapi generasi muda.
Melalui kegiatan ini, Dinda Rembulan berharap mahasiswa STISIPOL Pahlawan 12 dapat semakin memahami bahwa menjaga kebhinekaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa.
“Mari kita rawat Indonesia dengan menghargai perbedaan. Karena Indonesia yang kuat adalah Indonesia yang mampu hidup dalam keberagaman, bersatu dalam perbedaan, dan bergerak bersama untuk kemajuan bangsa,” tutup Dinda Rembulan.***





















