AksaraNewsroom.ID – Pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga akses terhadap permodalan, pasar, pendampingan, dan teknologi transaksi.
Hal itu tergambar dari perjalanan MC Bake House, usaha kuliner yang berbasis di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Menghadirkan beragam produk mulai dari roti, cake, tart, dessert hingga snack box, usaha ini menjadi salah satu UMKM lokal yang terus dikembangkan melalui dukungan dan pendampingan Bank Sumsel Babel.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Bank Sumsel Babel dalam memperkuat UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
Pendampingan tidak hanya diarahkan pada akses pembiayaan, tetapi juga bagaimana pelaku usaha dapat memperluas pasar dan mengadopsi sistem transaksi yang lebih praktis.
Salah satunya melalui pemanfaatan QRIS sebagai metode pembayaran. Kehadiran transaksi digital memberikan kemudahan bagi konsumen sekaligus membantu pelaku usaha mengikuti perkembangan perilaku transaksi masyarakat yang semakin mengandalkan pembayaran nontunai.
MC Bake House sendiri menawarkan berbagai pilihan produk untuk kebutuhan sehari-hari maupun acara tertentu. Roti yang dipanggang setiap hari, aneka kue dan tart, dessert, hingga snack box menjadi bagian dari produk yang ditawarkan kepada pelanggan.
Dari Toboali, perjalanan MC Bake House menunjukkan bahwa UMKM lokal memiliki ruang untuk berkembang ketika kualitas produk berjalan beriringan dengan dukungan ekosistem usaha.
Bank Sumsel Babel melalui program pembinaannya mendorong agar pelaku UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga semakin dikenal, memiliki akses pasar yang lebih luas, serta mampu mengadopsi teknologi dalam menjalankan usahanya.
Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan UMKM lokal. Membeli produk lokal dan memberikan apresiasi terhadap karya pelaku usaha daerah menjadi bentuk dukungan langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat.***



















