AksaraNewsrooom.ID – Ancaman kebakaran dan kekeringan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah di tengah kondisi kemarau yang mulai berdampak terhadap sejumlah wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Tengah mencatat sebanyak 82 kejadian kebakaran terjadi sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Dari kejadian tersebut, luas wilayah yang terdampak mencapai sekitar 146 hektare.
Kepala BPBD Bangka Tengah Yudi Sabara mengatakan kondisi tersebut menjadi peringatan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam menggunakan api di tengah kondisi lingkungan yang kering.
“Harapan dan imbauan kami kepada masyarakat, jangan melakukan pembakaran hutan, jangan bermain api. Saat ini pemerintah Bangka Tengah sedang konsentrasi dalam penanganan kebakaran dan kekeringan,” ujar Yudi, Jumat (14/8/2026).

Menurut Yudi, salah satu kawasan yang mengalami dampak kebakaran cukup luas berada di wilayah eks Koba Tin hingga Tanjung Langka.
Ia mengatakan ancaman yang dihadapi saat ini tidak berhenti pada persoalan kebakaran. Kekeringan juga mulai memengaruhi kebutuhan masyarakat terhadap air bersih.
“Untuk kekeringan saat ini ada 12 desa yang mengalami kekeringan. Sebagian sudah kita bantu distribusi air bersih. Ke depan kita upayakan seluruhnya bisa terakomodir,” katanya.
BPBD bersama pemerintah daerah terus melakukan pendataan terhadap wilayah terdampak sekaligus menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.
Yudi meminta masyarakat tidak mengambil risiko dengan melakukan pembakaran untuk membuka atau membersihkan lahan.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak membuang benda yang masih memiliki bara api secara sembarangan maupun meninggalkan api tanpa pengawasan.
“Jangan bermain api. Kalau memang melakukan aktivitas yang menggunakan api, harus benar-benar diperhatikan dan jangan sampai ditinggalkan,” tegasnya.
Dalam menghadapi ancaman kebakaran, BPBD Bangka Tengah memastikan kesiapan personel selama 24 jam.
“BPBD standby 24 jam untuk penanganan kebakaran, guna meminimalisir peristiwa kebakaran,” ujar Yudi.
Kesiapan tersebut didukung koordinasi lintas sektor bersama TNI, Polri, Satpol PP, Damkar, OPD teknis, relawan Senkom, balai kementerian dan sejumlah instansi lainnya.
Sebelumnya, Pemkab Bangka Tengah menggelar apel kesiapsiagaan Karhutla dan kekeringan di Halaman Kantor Bupati Bangka Tengah, Kamis (13/8/2026).
Melalui kesiapsiagaan tersebut, BPBD mendorong masyarakat ikut menjadi garda terdepan dalam pencegahan kebakaran.
Yudi menegaskan bahwa upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini sebelum api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
“Pencegahan jauh lebih penting. Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga wilayah Bangka Tengah agar terhindar dari kebakaran yang lebih luas,” pungkasnya. (AQB)



















