https://aksaranewsroom.id/kontak/ https://aksaranewsroom.id/kontak/ https://aksaranewsroom.id/kontak/
  • Aksara Newsroom | Bertutur Dengan Data
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Newsroom
  • Pedoman Media Siber
Jumat, September 18, 2026
  • Login
Aksara Newsroom
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Aksara Newsroom
No Result
View All Result
https://aksaranewsroom.id/2023/10/21/pahami-propaganda-buzzer-di-tahun-politik-berikut-pola-kerja-dan-pengaruh-negatifnya/ https://aksaranewsroom.id/2023/10/21/pahami-propaganda-buzzer-di-tahun-politik-berikut-pola-kerja-dan-pengaruh-negatifnya/ https://aksaranewsroom.id/2023/10/21/pahami-propaganda-buzzer-di-tahun-politik-berikut-pola-kerja-dan-pengaruh-negatifnya/
ADVERTISEMENT

Satwa Liar Babel Terpaksa Keluar Hutan, Karhutla Babel Mengancam Habitat Satwa Endemik

Hendri J. Kusuma by Hendri J. Kusuma
18 September 2026
0 0
A A
Share on FacebookShare on Twitter

AksaraNewsroom.ID — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Bangka Belitung tidak hanya mengancam vegetasi, tetapi juga habitat dan keselamatan satwa liar. Kondisi ini mendorong PT TIMAH Tbk bersama Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi Air Jangkang untuk memperkuat upaya penyelamatan dan rehabilitasi satwa yang terdampak.

Ketua Alobi Foundation, Langka Sani, mengatakan meningkatnya kejadian kebakaran hutan membuat satwa liar kehilangan habitat alaminya. Satwa yang berusaha menyelamatkan diri kemudian keluar dari kawasan hutan dan tidak jarang masuk ke permukiman masyarakat.

Menurutnya, kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena Bangka Belitung merupakan wilayah kepulauan dengan habitat satwa liar yang relatif terbatas dan terfragmentasi. Ketika salah satu kawasan hutan terbakar, satwa akan mencari lokasi yang lebih aman, namun pergerakannya dapat terhambat oleh jalan maupun permukiman.

“Ketika habitatnya terbakar, otomatis membuat satwa liar keluar dari habitat alaminya. Mereka mencoba keluar dari zona kebakaran untuk mencari habitat yang baru, tetapi habitatnya terpotong oleh jalan atau permukiman masyarakat,” kata Langka.

Dalam beberapa bulan terakhir, ALOBI mencatat lebih dari 20 laporan terkait satwa yang terdampak karhutla. Satwa yang diselamatkan antara lain trenggiling, elang, kukang, tarsius, serta berbagai jenis burung.

Langka menyebut satwa yang paling banyak ditemukan dalam kondisi membutuhkan pertolongan adalah kukang dan tarsius. Kedua satwa tersebut memiliki karakteristik pergerakan yang membuatnya cukup rentan ketika habitatnya dilanda kebakaran.

Tarsius, misalnya, hanya mampu berpindah dengan lompatan sekitar tiga meter. Ketika kawasan di sekitarnya terkepung api, ruang gerak satwa ini menjadi sangat terbatas karena bergantung pada pepohonan yang masih tersisa.

Sementara itu, kukang Bangka yang merupakan satwa endemik Bangka memiliki pergerakan yang lebih lambat. Satwa ini berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya dengan cara memanjat atau berjalan di atas pepohonan sehingga rentan ketika kawasan hutan terbakar.

“Untuk satwa endemik kita, kita memiliki kukang Bangka. Mereka agak sedikit pelan gerakannya dibanding satwa lainnya dan tidak bisa seperti tarsius yang meloncat. Mereka dari pohon ke pohon dengan cara memanjat atau berjalan di atas pohon. Ini sangat berbahaya bagi mereka saat kebakaran,” ujarnya.

Dampak kebakaran juga dapat membuat satwa keluar dari kawasan hutan dan menghadapi risiko lain ketika mencari tempat aman. Salah satu kasus yang kini ditangani ALOBI adalah seekor kukang Bangka yang mengalami luka serius setelah diduga tersetrum tiang listrik ketika berusaha berpindah dari habitatnya.

Akibat kondisi tersebut, satwa itu harus menjalani tindakan amputasi pada bagian tubuh yang sudah tidak dapat diselamatkan. Kondisinya juga membuat satwa tersebut tidak memungkinkan untuk dikembalikan ke habitat alaminya.

Untuk menangani satwa terdampak karhutla, ALOBI bersama para pemangku kepentingan meningkatkan pemantauan dan merespons laporan masyarakat. Satwa yang ditemukan akan dievakuasi untuk mendapatkan penanganan, rehabilitasi, dan selanjutnya dilepasliarkan apabila kondisinya memungkinkan.

Langka menjelaskan, satwa yang masih dalam kondisi baik dan baru dievakuasi dari alam dapat langsung dikembalikan ke habitat yang lebih aman. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga agar insting liar satwa tidak hilang akibat terlalu lama berada dalam proses rehabilitasi.

Kolaborasi bersama PT TIMAH dalam penyelamatan satwa ini telah berlangsung lebih dari tujuh tahun. Menurut Langka, selama periode tersebut kerja sama melalui PPS Alobi telah mendukung pengembalian lebih dari 8.000 ekor satwa ke habitatnya.

“Untuk pusat penyelamatan satwa kita bekerja sama dengan PT TIMAH itu lebih dari tujuh tahun yang lalu. Kita telah sama-sama bersama PT TIMAH mengembalikan lebih dari delapan ribu ekor satwa ke habitatnya,” katanya.

Di tengah kondisi karhutla yang terjadi saat ini, kolaborasi tersebut kembali diperkuat. PPS Alobi Air Jangkang di Kawasan Kampoeng Reklamasi AIr Jangkang PT TIMAH menjadi salah satu tempat untuk menampung dan merehabilitasi satwa yang menjadi korban kebakaran sambil menunggu kondisi lingkungan kembali pulih.

Langka mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan PT TIMAH, BKSDA Sumatera Selatan, serta pemangku kepentingan lainnya untuk menangani satwa liar yang terdampak kebakaran.

“Pada saat ini kita akan lebih fokus menampung semua satwa yang menjadi korban kebakaran untuk direhabilitasi di PPS Alobi Kampung Reklamasi Timah di Jangkang. Kita menunggu musim hujan, sehingga ekosistem diharapkan kembali seperti semula. Setelah itu, kita akan bersama-sama mengembalikan satwa-satwa yang sudah kita rehabilitasi,” ujarnya.

Ia menilai dukungan berbagai pihak menjadi penting untuk menjaga keanekaragaman hayati Bangka Belitung, terlebih satwa endemik yang keberadaannya sangat bergantung pada keberlanjutan habitat.

Langka berharap kolaborasi bersama PT TIMAH dapat terus berjalan dalam menjaga kekayaan biodiversitas Bangka Belitung.

“PT TIMAH sangat berkontribusi dalam penyelamatan satwa liar Bangka Belitung melalui Alobi Foundation sebagai mitranya. Semoga ke depannya akan terus bersama-sama menjaga kelestarian kekayaan biodiversitas Bangka Belitung,” katanya.

Menurut Langka, upaya penyelamatan satwa bukan hanya tentang menangani dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menjaga agar satwa tetap memiliki ruang hidup yang aman.

“Kalau mengutip dari teorinya, kita yang telah merusaknya, tetapi kitalah yang bisa memperbaikinya,” tutupnya. (*)

Tags: Bangka BelitungMIND IDPangkalpinangProgram CSR PT Timah TbkPT Timah Tbk
ShareTweetSend

Related Posts

Penyelundupan 8 Ton Pasir Timah Digagalkan di Belitung Timur, Siapa Pemilik dan Pengendalinya?

Penyelundupan 8 Ton Pasir Timah Digagalkan di Belitung Timur, Siapa Pemilik dan Pengendalinya?

by Hendri J. Kusuma
18 September 2026
0

AksaraNewsroom.ID — Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Bangka Belitung menggagalkan dugaan penyelundupan pasir timah di Kabupaten Belitung Timur....

Pasokan PAM Terhenti Sepekan, PT TIMAH Salurkan Air Bersih ke SMKN 4 Pangkalpinang

Pasokan PAM Terhenti Sepekan, PT TIMAH Salurkan Air Bersih ke SMKN 4 Pangkalpinang

by Hendri J. Kusuma
18 September 2026
0

AksaraNewsroom.ID -- Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah fasilitas publik, termasuk lembaga pendidikan. Kondisi ini turut...

Si Jago Merah Lahap 5 Hektare Lahan Gelam di Beltim, Akses dan Air Jadi Kendala Pemadaman

Si Jago Merah Lahap 5 Hektare Lahan Gelam di Beltim, Akses dan Air Jadi Kendala Pemadaman

by Hendri J. Kusuma
17 September 2026
0

BELITUNG TIMUR — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Desa Padang Kolong Keroh, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Kamis...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

  • 5 Smelter Timah Disita Kejagung Bakal Beroperasi Kembali, Dikelola BUMN Menugaskan PT Timah

    5 Smelter Timah Disita Kejagung Bakal Beroperasi Kembali, Dikelola BUMN Menugaskan PT Timah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bocah Perempuan Korban Diterkam Buaya Ditemukan di Dekat Perairan Jembatan Emas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Breaking News! Kejati Babel Diduga Geledah Kantor BWS Babel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mitos Sentuh Kelamin Patung Victor Noir Cegah Kemandulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Respon Gugatan PTUN! DL Wagub Babel Telah Habiskan Rp217 Juta dalam 3 bulan, Gubernur Hidayat Ternyata Segini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
5 Smelter Timah Disita Kejagung Bakal Beroperasi Kembali, Dikelola BUMN Menugaskan PT Timah

5 Smelter Timah Disita Kejagung Bakal Beroperasi Kembali, Dikelola BUMN Menugaskan PT Timah

23 April 2024
Bocah Perempuan Korban Diterkam Buaya Ditemukan di Dekat Perairan Jembatan Emas

Bocah Perempuan Korban Diterkam Buaya Ditemukan di Dekat Perairan Jembatan Emas

4 Februari 2025
Breaking News! Kejati Babel Diduga Geledah Kantor BWS Babel

Breaking News! Kejati Babel Diduga Geledah Kantor BWS Babel

18 Juni 2025
Mitos Sentuh Kelamin Patung Victor Noir Cegah Kemandulan

Mitos Sentuh Kelamin Patung Victor Noir Cegah Kemandulan

20 Juni 2023
Ironi Proyek Ketahanan Pangan di Batu Betumpang, Petani Keluhkan Air Asin hingga Pintu Air Bocor

Ironi Proyek Ketahanan Pangan di Batu Betumpang, Petani Keluhkan Air Asin hingga Pintu Air Bocor

3
Penopang Air Bendungan Ditanami Sawit, Petani Padi Desa Rias Minta Perhatian Presiden, DPRD Babel Desak Tim Satgas Bertindak!

Menyorot Proyek Irigasi BWS Babel dan Hulu Bendungan Mentukul Terancam Ekspansi Sawit

2
31 Ribu Hektare Dikuasai 60 Tahun, Rina Tarol Ungkap Kejanggalan Izin HTI Milik PT HLR

Penambang Kecil Tersandera? Rina Tarol Kritik Peran Kolektor Timah dan Skema Kemitraan

2
Pemkot Pangkalpinang Terima 130 Kuota PPPK 2022, Ini Formasi dan Jadwal Pelaksanaannya

Pemkot Pangkalpinang Terima 130 Kuota PPPK 2022, Ini Formasi dan Jadwal Pelaksanaannya

1
Satwa Liar Babel Terpaksa Keluar Hutan, Karhutla Babel Mengancam Habitat Satwa Endemik

Satwa Liar Babel Terpaksa Keluar Hutan, Karhutla Babel Mengancam Habitat Satwa Endemik

18 September 2026
Penyelundupan 8 Ton Pasir Timah Digagalkan di Belitung Timur, Siapa Pemilik dan Pengendalinya?

Penyelundupan 8 Ton Pasir Timah Digagalkan di Belitung Timur, Siapa Pemilik dan Pengendalinya?

18 September 2026
Pasokan PAM Terhenti Sepekan, PT TIMAH Salurkan Air Bersih ke SMKN 4 Pangkalpinang

Pasokan PAM Terhenti Sepekan, PT TIMAH Salurkan Air Bersih ke SMKN 4 Pangkalpinang

18 September 2026
Si Jago Merah Lahap 5 Hektare Lahan Gelam di Beltim, Akses dan Air Jadi Kendala Pemadaman

Si Jago Merah Lahap 5 Hektare Lahan Gelam di Beltim, Akses dan Air Jadi Kendala Pemadaman

17 September 2026
ADVERTISEMENT

Tags

ADV Advertorial Algafry Rahman Bangka Barat Bangka Belitung Bangka Selatan Bangka Tengah Bank Sumsel Babel Bawaslu Belitung Beltim BSB BUMN Bupati Bangka Tengah DPRD DPRD Babel Erzaldi Rosman Djohan Gubernur Babel Hidayat Arsani IUP Kapolda Babel KPU Lingkungan MIND ID Molen Nelayan Pangkalpinang Pangkalpinang Pemilu 2024 Pemkab Bangka Tengah Pemkot Pangkalpinang Pemprov Babel Pilkada 2024 Pj Gubernur Babel Polda Babel Politik Program CSR PT Timah Tbk PT Timah PT Timah Tbk Rina Tarol Safrizal Zakaria Ali Sawit Timah TINS UMKM
  • Aksara Newsroom | Bertutur Dengan Data
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Newsroom
  • Pedoman Media Siber

PT. AKSARA MEDIA INDONESIA - All rights reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Lingkungan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Makro
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Destinasi
    • Kuliner
    • Budaya
    • Humaniora
  • Olahraga
  • Lokal Newsroom
    • Pangkalpinang
    • Bangka Tengah
    • Bangka
    • Belitung
    • Bangka Selatan
    • Bangka Barat
  • Newsroom
    • Newsroom
    • Kontak
    • Disclaimer
  • Aksara Newsroom | Bertutur Dengan Data

PT. AKSARA MEDIA INDONESIA - All rights reserved