AksaraNewsroom.ID — Sareanda (19), warga Desa Kusam, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, dilaporkan hilang setelah diseret buaya saat hendak mencuci pasir timah di kawasan kolong tambang Desa Kusam, Sabtu (26/9/2026) petang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, Sareanda baru selesai menambang dan mengumpulkan pasir timah.
Ia kemudian hendak mencuci pasir timah tersebut di atas ponton rajuk. Namun, saat melangkahkan kaki dari daratan menuju ponton, seekor buaya berukuran besar tiba-tiba menyambar dan menyeretnya ke dalam kolong.
Peristiwa itu disaksikan kakak kandung korban, Tarmizi, yang berada tidak jauh dari lokasi.
Keluarga bersama warga sempat berupaya mencari korban sebelum kejadian tersebut dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang membenarkan kejadian tersebut. Laporan mengenai kondisi membahayakan manusia itu diterima pada pukul 18.55 WIB dari pihak keluarga korban.
“Benar, kami menerima laporan dari Bapak Wawan selaku keluarga korban bahwa Saudara Sareanda diterkam buaya saat beraktivitas di Kolong Desa Kusam. Merespons informasi tersebut, pada pukul 19.15 WIB kami langsung menerjunkan satu tim rescue dari Unit Siaga SAR (USS) Belinyu menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan,” kata Kepala Kantor SAR Pangkalpinang.
Tim SAR gabungan kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian. Operasi melibatkan lima personel Rescuer USS Belinyu dan dua anggota Polsek Belinyu, serta dibantu keluarga dan masyarakat setempat.
“Tim SAR gabungan telah berada di lokasi dan langsung melakukan penyisiran menggunakan rubberboat (perahu karet). Upaya pencarian malam ini memang menghadapi tantangan berat berupa visibility atau jarak pandang yang sangat terbatas akibat gelap,” ujarnya.
Ia mengatakan pencarian tetap dilakukan secara maksimal karena korban sempat terlihat di permukaan air setelah kejadian.
“Namun, tim akan berupaya semaksimal mungkin, apalagi malam ini korban sempat terlihat di permukaan namun masih berada di mulut buaya,” katanya.
Untuk mendukung pencarian pada malam hari, tim SAR mengerahkan sejumlah peralatan, antara lain satu unit Rescue Car Type II, perahu karet, peralatan medis, serta perlengkapan penerangan dan komunikasi.
Hingga berita ini diterbitkan, tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar kolong untuk mencari dan mengevakuasi Sareanda. (*)


















