AksaraNewsroom.ID – Di tengah situasi darurat pascakebakaran yang menghanguskan ratusan rumah di Dusun Serdang, Desa Jelutung 2, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, kebutuhan para penyintas masih menjadi perhatian. Bukan hanya soal pakaian dan makanan, tetapi juga bagaimana anak-anak tetap bisa melanjutkan aktivitas belajar di tengah musibah.
Perhatian itu terlihat saat anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari daerah pemilihan Kepulauan Bangka Belitung, Dinda Rembulan, B.A., M.I.P., mendatangi lokasi kebakaran pada Selasa (13/10/2026).
Di tenda posko darurat, Dinda disambut Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid. Ia kemudian menyempatkan diri berbincang dengan para penyintas untuk mendengar langsung kondisi, keluhan, serta kebutuhan mendesak yang mereka hadapi setelah kehilangan tempat tinggal.
Dalam kunjungan tersebut, Dinda menyalurkan bantuan lanjutan berupa pakaian layak pakai dan pakaian baru untuk orang dewasa maupun anak-anak. Perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak usia sekolah yang turut terdampak kebakaran.

Sebanyak 20 anak menerima bantuan perlengkapan sekolah secara simbolis, mulai dari tas, buku tulis, pulpen, hingga alat belajar lainnya.
Bagi Dinda, penanganan pascabencana tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Keberlangsungan pendidikan anak-anak juga perlu mendapat perhatian agar musibah yang mereka alami tidak semakin menghambat kegiatan belajar.
“Pascamusibah seperti ini, pemenuhan kebutuhan dasar sandang dan pangan memang sangat mendesak. Namun, kelangsungan pendidikan anak-anak tidak boleh luput dari perhatian. Kami ingin anak-anak tetap memiliki semangat belajar meski sedang berada di masa sulit,” ujar Dinda di sela kunjungannya.
Bantuan Didistribusikan Bertahap
Kunjungan langsung tersebut merupakan bagian dari upaya penyaluran bantuan yang sebelumnya telah dimulai sejak laporan kebakaran diterima.
Pada Minggu (11/10/2026), Dinda menginstruksikan timnya untuk mengirimkan bantuan tahap awal ke lokasi melalui Staf Ahli DPD RI, Ali Sandra. Penyaluran bantuan itu dilakukan bersama Wakil Bupati Bangka Selatan.
Bantuan awal tersebut difokuskan untuk mendukung kebutuhan darurat para pengungsi dan operasional dapur umum. Rinciannya meliputi 100 kilogram beras, lima dus mi instan, 12 dus air mineral, 200 paket nasi kotak, serta tiga koli pakaian siap pakai.
Dua hari kemudian, Dinda hadir langsung untuk melihat kondisi para penyintas sekaligus melengkapi bantuan, terutama kebutuhan sandang dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak.
Staf Ahli DPD RI, Ali Sandra, mengatakan penanganan korban kebakaran di Dusun Serdang menjadi perhatian Dinda sejak informasi mengenai musibah tersebut diterima.
“Ibu Dinda mengarahkan bantuan logistik darurat masuk lebih dulu beberapa hari lalu, dan hari ini beliau hadir langsung melengkapi kebutuhan seragam dan perlengkapan sekolah anak-anak. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung atas respons tanggap darurat yang berjalan cepat,” kata Ali.
Dari Bantuan Darurat hingga Pemulihan
Bantuan bagi penyintas kebakaran Dusun Serdang menambah rangkaian kegiatan kemanusiaan Dinda Rembulan di Kepulauan Bangka Belitung. Sebelumnya, senator tersebut juga menyalurkan bantuan pasokan air bersih bagi masyarakat yang terdampak musim kemarau di Kabupaten Belitung.
Di Dusun Serdang, penyaluran bantuan berlangsung ketika berbagai elemen masyarakat dan instansi juga terus berdatangan membawa bantuan bagi warga terdampak.
Di tengah upaya memenuhi kebutuhan mendesak tersebut, perhatian terhadap anak-anak dan keberlanjutan pendidikan menjadi salah satu bagian dari penanganan pascabencana yang perlu terus dijaga.
Kunjungan ini juga disebut sebagai kehadiran langsung pertama anggota DPD RI di lokasi kebakaran Dusun Serdang. Klaim tersebut perlu dipastikan berdasarkan data kunjungan anggota DPD RI lainnya agar dapat disampaikan sebagai fakta terverifikasi.
Sementara itu, dukungan berbagai pihak diharapkan terus berlanjut, tidak hanya selama masa tanggap darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan kehidupan warga yang terdampak kebakaran. (*)


















