PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID – Ratusan siswa SMAN 1 Pangkalpinang mendapat kesempatan istimewa saat Anggota MPR RI sekaligus Senator DPD RI asal Bangka Belitung, Dinda Rembulan, B.A, hadir langsung ke sekolah mereka, Selasa (19/07/2025).
Kehadiran satu-satunya senator perempuan dari Babel ini dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI.
Disambut hangat oleh Plt Kepala SMAN 1 Pangkalpinang Jumani, M.Pd, Wakil Kepala Sekolah Widya Lestari, serta 154 siswa-siswi, Dinda tampil ramah dan komunikatif. Senyum merekah dari para siswa yang antusias mengikuti kegiatan sejak awal.
“Kita menyambut baik kedatangan Ibu Senator kita. Semoga penyampaian nilai-nilai kebangsaan ini membuat SMAN 1 semakin bermarwah,” ujar Jumani.
Dengan gaya yang ceria dan bersahabat, Dinda mengawali sesi sosialisasi dengan mengangkat pilar pertama: Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Ia menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai luhur sejak usia sekolah agar membentuk karakter pelajar yang berintegritas.
“Hormat pada guru, kerja sama dengan teman, dan bersikap jujur itu semua adalah praktik sederhana dari pengamalan Pancasila,” ujar Dinda, yang disambut tepuk tangan meriah dari siswa.
Tak hanya menyampaikan materi, Dinda juga memotivasi para siswa untuk menjadi generasi penerus bangsa yang berpijak pada nilai-nilai Pancasila.
“Manusia yang berpijak pada nilai Pancasila sangat diperlukan di era ini. Kalian semua adalah masa depan Indonesia,” ucapnya penuh semangat.
Sesi kedua dilanjutkan oleh Yusmayadi, Pemerhati Politik sekaligus mantan Komisioner KPU Pangkalpinang. Ia menyampaikan materi mengenai UUD 1945 dan Ketetapan MPR RI, serta menjelaskan peran konstitusi sebagai fondasi hukum negara.
Dengan analogi yang ringan dan pendekatan khas remaja, Yusmayadi mengajak siswa memahami hak dan tanggung jawab mereka sebagai warga negara. Tak lupa ia mengangkat pentingnya NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai kekuatan pemersatu bangsa, serta bahaya intoleransi yang bisa mengoyak keberagaman Indonesia.
Kegiatan semakin interaktif ketika sesi tanya jawab dan diskusi dibuka. Sejumlah siswa menyampaikan pertanyaan kritis seputar pengamalan Pancasila di lingkungan sekolah, perubahan konstitusi, hingga bagaimana menyikapi intoleransi sosial.
Acara ditutup dengan foto bersama yang penuh kehangatan dan semangat kebangsaan. Kegiatan ini menjadi momen yang membekas bagi para siswa SMAN 1 Pangkalpinang — bukan hanya sebagai ajang belajar, tapi juga sebagai inspirasi menjadi warga negara yang cinta tanah air. (*)





















