PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID – Satreskrim Polresta Pangkalpinang bersama Unit Jatanras Polda Kepulauan Bangka Belitung berhasil menangkap dua pelaku penyiraman air keras terhadap seorang ibu rumah tangga bernama Nopiyanti (28), warga Kelurahan Parit Lalang, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang.
Kedua pelaku berhasil diamankan tim gabungan pada Sabtu (16/8/2025) malam. Feri Septi Saputra alias Kabau (30) ditangkap lebih dulu di kawasan Kampak, sedangkan Rayhan (16) dibekuk di sebuah rumah makan di daerah Pintu Air.
Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya sepeda motor Yamaha Fazzio, tiga unit ponsel, dua jaket, sandal, hingga sampel cairan diduga air keras.
Peristiwa ini sebelummya terjadi pada Rabu (13/8/2025) malam sekitar pukul 21.45 WIB di rumah korban di Jalan Labu, Parit Lalang.
Saat korban membuka pintu, Kabau langsung menyiramkan air keras sebelum melarikan diri. Korban diketahui mengalami luka bakar serius di wajah dan tubuh akibat aksi brutal tersebut.
“Untuk motif masih dalam pendalaman,” ujar Kapolresta Pangkalpinang Kombes Pol Max Mariners, Sabtu (16/8/2025, dalam keterangan pers tertulis yang diterima Aksara Newsroom.
“Namun dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku mendapat perintah dari seseorang melalui pesan WhatsApp dan dijanjikan imbalan uang,” tulis keterangan pers tertulis yang diterima Aksara Newsroom.
Diungkapkan dia bahwa hasil penyelidikan awal terungkap, Kabau diminta mengambil air keras yang sudah disiapkan di semak-semak daerah Batu Belubang.
Bersama cairan berbahaya itu, ditemukan pula narkoba jenis sabu dan ekstasi. Ia lalu mengajak Rayhan untuk mengantar ke rumah korban.
Setelah melakukan aksinya, lanjut dia, kedua pelaku membuang barang bukti berupa jaket dan helm di kawasan Air Mesu untuk menghilangkan jejak.
Sehari kemudian, Kabau menerima transfer Rp5 juta melalui aplikasi DANA dan membagi Rp2 juta kepada Rayhan. Uang tersebut kemudian dipakai untuk kebutuhan sehari-hari dan membeli narkoba.
Kedua pelaku ditahan di Polresta Pangkalpinang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih memburu pihak yang memberi perintah dan menyediakan cairan kimia berbahaya tersebut.
“Kami akan melakukan pengembangan untuk mengungkap aktor intelektual di balik kasus ini,” tegas Kombes Pol Max Mariners. (HJK/*)





















