AksaraNewsroom.ID – Universitas Bangka Belitung (UBB) menggelar kuliah umum bertajuk “Tantangan Perguruan Tinggi dalam Mendorong Keterbukaan Informasi Publik di Tengah Disrupsi Teknologi”, Kamis (7/5), di Kampus Terpadu UBB.
Kegiatan ini menghadirkan Ketua Komisi Informasi Pusat RI, Donny Yoesgiantoro, sebagai narasumber utama.
Kuliah umum tersebut menjadi ruang diskusi strategis mengenai peran perguruan tinggi dalam membangun tata kelola informasi yang terbuka, adaptif dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus transformasi digital.

Dalam pemaparannya, Donny menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi krusial, tidak hanya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial dan penggerak literasi publik.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi menghadirkan tantangan baru dalam pengelolaan informasi publik, mulai dari maraknya disinformasi, ancaman keamanan data, hingga meningkatnya tuntutan transparansi layanan publik.
“Keterbukaan informasi publik bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kampus dituntut menghadirkan sistem informasi yang akurat, mudah diakses, serta responsif terhadap kebutuhan publik.
Dalam kesempatan tersebut, Donny juga mengingatkan amanat Pasal 28F UUD 1945 yang menjamin hak setiap orang untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi guna mengembangkan diri dan lingkungan sosialnya.
“Perguruan tinggi harus menjadi contoh dalam penerapan keterbukaan informasi yang sehat, transparan, sekaligus tetap menjaga etika dan keamanan data di tengah disrupsi teknologi,” ujarnya.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya penguatan literasi digital di lingkungan akademik. Sivitas akademika, menurutnya, harus mampu memilah informasi, memahami etika digital, serta memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Sistem Informasi, dan Kerja Sama UBB, Hamsani Ketua Komisi Informasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ita Rosita dari perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta sivitas akademika UBB.
Dalam sambutannya, Hamsani menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kuliah umum tersebut sebagai upaya memperkuat pemahaman sivitas akademika terkait pentingnya keterbukaan informasi publik di era digital.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai diskusi dan pertanyaan yang mengangkat isu implementasi keterbukaan informasi di perguruan tinggi, pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik hingga tantangan komunikasi di era media sosial.
Melalui kegiatan ini, UBB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya keterbukaan informasi, meningkatkan literasi digital, serta mendorong tata kelola perguruan tinggi yang transparan dan akuntabel di tengah dinamika perkembangan teknologi. (ADV/Humas UBB)

















