BELTIM, AksaraNewsroom.ID – Kasus pengeroyokan terhadap tiga wartawan di Kabupaten Belitung Timur mendapat atensi langsung dari Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Hendro Pandowo.
Dalam konferensi pers, Jumat (18/7/2025) siang, Kapolda menyayangkan aksi kekerasan yang menimpa tiga wartawan tersebut.
“Kemarin kita sudah terima laporannya terkait kejadian pengeroyokan terhadap rekan-rekan media di Belitung Timur. Tentunya saya sangat menyayangkan kejadian itu,” kata Hendro.
Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada 17 Juli 2025 di salah satu kawasan tambak udang yang berada di Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur.
Dugaan pengeroyokan terjadi saat ketiga wartawan bersama Dinas Kehutanan dan aparat desa setempat melakukan pengecekan ke lokasi tambak udang.
“Selesai pengecekan, terjadi pembicaraan antara tiga media dengan warga. Mungkin ada kesalahpahaman lalu terjadi dugaan pengeroyokan sehingga ketiga wartawan mengalami luka-luka memar,” jelasnya.
Setelah kejadian, Hendro menyebut pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kapolres Belitung Timur untuk mengambil langkah-langkah penanganan.
Ia juga memerintahkan Kapolres agar membantu proses pengobatan terhadap korban, serta menindaklanjuti kasus tersebut dengan tindakan tegas dan proses hukum yang berlaku.
“Kapolres sudah melaporkan ke saya, sudah melakukan langkah-langkah. Pertama pengecekan dan olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, kemudian mengambil bukti-bukti dari beberapa video dari rekan-rekan media,” sebut Hendro.
Lebih lanjut, jenderal bintang dua ini menegaskan bahwa Polres Belitung Timur telah menggelar perkara dan menaikkan status kasus ke tahap penyidikan.
Beberapa waktu kemudian, Polres Belitung Timur mengamankan sebanyak 14 orang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Ia menambahkan, dari hasil pendalaman sementara, lima dari 14 orang tersebut terindikasi kuat menjadi tersangka berdasarkan peran mereka masing-masing.
“Hingga saat ini proses penyidikan sedang berjalan dan kita tuntaskan, sehingga kejadian yang mengedepankan main hakim sendiri tidak terulang kembali di wilayah Bangka Belitung,” tegasnya. (*)





















