TOBOALI, AksaraNewsroom.ID – Duka menyelimuti dunia pendidikan Bangka Selatan setelah seorang siswa kelas 5 Sekolah Dasar (SD) dikabarkan meninggal dunia. Korban diduga mengalami perundungan (bullying) yang dilakukan oleh teman sebayanya di lingkungan sekolah.
Korban sebelumnya sempat dirawat RSUD Junjung Besaoh hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (27/7/2025).
Peristiwa memilukan ini mengundang reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk dari Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rina Tarol, yang juga konstituen dari Daerah Pemilihan Bangka Selatan.
Ia menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban dan mendesak agar kasus ini menjadi pelajaran serius bagi semua pihak, khususnya di lingkungan sekolah.
“Ini tragedi kemanusiaan yang tak bisa dianggap remeh. Anak seusia itu seharusnya belajar dan bermain, bukan menanggung tekanan atau kekerasan dari teman sendiri. Kita semua bertanggung jawab,” ujarnya saat dikonfirmasi Aksara Newsroom, Sabtu (27/7/2025).
“Bullying bukan masalah sepele. Dampaknya bisa menghancurkan masa depan anak, bahkan menghilangkan nyawa. Ini alarm serius. Harus ada tindakan,” tambahnya.
Rina Tarol menegaskan bahwa sekolah tak boleh menutup mata terhadap gejala-gejala kekerasan psikologis maupun fisik antarsiswa. Selain itu, KPAI diminta turut andil melakukan pendampingan kepada pihak keluarga korban.
Ia melanjutkan, DPRD Babel mendorong agar Dinas Pendidikan Basel melakukan investigasi terbuka hingga evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan di lingkungan sekolah.
“Ini tidak boleh terulang. Jangan ada lagi anak didik yang menjadi korban. Lingkungan sekolah harus menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak, bukan tempat trauma,” tegasnya.
“Meminta tolong KPAI dan dinas terkait untuk melakukan pendampingan kepada pihak keluarga (konseling) biar menguatkan keluarga korban dan pihak-pihak yang berwenang untuk bersikap tegas atas kejadian yang memilukan ini biar tidak terulang kembali ke anak-anak lainnya,” kata Rina.
Lebih lanjut menyikapi peristiwa ini, Srikandi dari Partai Golkar tersebut menekankan perlunya peran aktif semua unsur, baik guru, orang tua, hingga pemerintah dalam membangun budaya anti-kekerasan sejak dini.”Ini harus menjadi perhatian dan ditangani serius”.
Adapun pihak keluarga korban berharap keadilan bisa ditegakkan dan berharap tidak ada anak lain yang mengalami nasib serupa.
Redaksi Aksara Newsroom masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak keluarga korban, kepala sekolah dan pihak terkait guna memperoleh penjelasan lengkap mengenai kronologi peristiwa serta langkah-langkah yang telah diambil.
Penulis: Hendri J. Kusuma/Dede





















