TOBOALI, AksaraNewsroom.ID – Tangis haru memecah ruang ketika seorang kakek renta berusia 73 tahun asal Bangka Selatan itu akhirnya memeluk putrinya. Jumhartono, warga Toboali, Bangka Selatan, yang setelah dua dekade terpisah tanpa kabar, akhirnya dipertemukan kembali dengan anak kandungnya, Hayati.
Bagi Hayati, pertemuan ini terasa seperti mimpi. Dua puluh tahun lamanya ia hidup dalam ketidakpastian, bahkan sempat menganggap ayahnya sudah tiada.
Kepulangan Jumharto berkat bantuan Polres Bangka Selatan bekerjasama dengan Konsulat RI di Tawau Malaysia.
Kakek berusia 73 tahun itu diketahui sudah hilang kontak dengan keluarganya sejak memutuskan berangkat ke luar negeri 20 tahun yang lalu.
“Jadi, awal Agustus kemarin, saya mendapatkan informasi dari Konsulat RI di Tawau, Sabah Malaysia bahwa ada seorang pria tua dalam kondisi tidak sehat diantarkan oleh TKI disana ke Kantor Konsulat RI. Dari hasil komunikasi, didapati keterangan bahwa beliau memiliki seorang anak yg tinggal di Toboali Bangka Selatan,” kata Kapolres Bangka Selatan AKBP Agus Arif Wijayanto, Kamis (25/9/25).
- Baca Juga : Dibalik Gemerlap Bianglala, Petani Rias Dibayangi Kegelisahan Beralihnya Hulu Sungai ke Perkebunan Sawit
Usai menerima informasi itu, Kapolres Bangka Selatan langsung memerintahkan jajarannya untuk mengerahkan personil untuk mencari dan menelusuri keberadaan anak dari Jumhartono
Selama proses pencarian, diungkapkan Agus, pihaknya sedikit mengalami kesulitan dikarenakan kekurangan informasi dan keterangan.
Namun demikian, pihaknya terus melakukan berbagai upaya hingga akhirnya berbuah hasil.
“Awalnya kita sedikit kesulitan mencari anaknya karena kurang informasi. Namun berkat kegigihan anggota kita, akhirnya didapatilah seorang wanita yang diduga anaknya Pak Jumartono bernama Haryati,” ungkap Kapolres.
“Kemudian, Ibu Hayati kita bawa ke Polsek untuk dihubungkan ke Pak Jumhartono melalui petugas Konsulat RI via video call. Hingga akhirnya Ibu Hayati menyatakan bahwa benar itu adalah Bapaknya,” sambungnya.
Setelah memastikan keluarganya, pihak Polres Bangka Selatan dan Konsulat RI mulai melakukan proses pemulangan Jumhartono agar bisa kembali ke Bangka Belitung.
Melalui proses yang panjang sekitar 1 bulan lebih, akhirnya Jumhartono dapat dipulangkan dan tiba di Pangkalpinang pada 21 September 2025.
“Alhamdulillah, Pak Jumhartono nya tiba dengan selamat sampai di Pangkalpinang. Kemudian, kita bawa langsung ke Polres Bangka Selatan didampingi petugas Konsulat RI untuk selanjutnya mempertemukan Bapak dan anaknya ini setelah 20 tahun lama berpisah,” terang Agus.
Sementara itu, tangis haru dan bahagiapun pecah saat Hayati dipertemukan dengan ayahnya yang sudah 20 tahun lebih tak berjumpa.
Bahkan, Hayati pun tak menyangka dirinya bisa bertemu kembali dengan sosok sang ayah yang notabene sudah tidak pernah mendengar kabar informasi tentang ayahnya.
“Awalnya kita sudah pasrah karena sudah 20 tahun lebih tidak bertemu. Jadi seperti dianggap sudah meninggal dunia. Tapi takdir berkata lain, kita masih dipertemukan dengan ayah,” ungkapnya.
“Kami sangat merasa bersyukur alhamdulillah dan mengucapkan berterimakasih banyak kepada Pak Kapolres Bangka Selatan dan jajarannya serta pihak dari Konsulat RI yang berada di Malaysia,” pungkasnya. (*)





















