TOBOALI, AksaraNewsroom.ID – Serangan penyiraman air keras terhadap seorang warga di Bangka Selatan, Rosidi Diana, menyebabkan luka serius sekaligus menghancurkan pakaian yang dikenakan korban saat kejadian.
Korban kini harus menjalani perawatan medis intensif dan disarankan menjalani operasi bedah kulit.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.30 WIB, di persimpangan lampu merah Ampera, Toboali, Selasa malam (17/2/2026). Saat kejadian, ia berada di dalam mobil dengan kaca terbuka.
Pelaku kemudian menyiramkan cairan diduga air keras ketika kendaraan masih dalam kondisi bergerak.
Korban, Rosidi, menceritakan bahwa cairan yang disiramkan pelaku langsung merusak kain yang menempel di tubuhnya.
Celana yang ia kenakan dilaporkan rusak parah, bahkan hancur akibat reaksi kimia yang terjadi sesaat setelah cairan mengenai tubuhnya.
“Celana dan celana dalam pakaian langsung hancur,” ujar Rosidi, menceritakan ke Anggota DPRD Babel, Rina Tarol, yang datang menjenguk, Rabu (18/2).
- Baca Juga: Ajudan Bupati Basel Terlibat Pengeroyokan Mantan Dirut RSUD, Senjata Api Sempat Dikeluarkan?

Tak lama setelah kejadian, korban mengalami luka bakar yang cukup dalam hingga dokter menyarankan tindakan operasi bedah kulit.
“Pertama langsung pedih, dokter menyuruh operasi kulit,” katanya, melanjutkan peristiwa itu.
Ia menggambarkan pelaku berperawakan kurus dan tinggi, menggunakan alat seperti centong untuk menyiramkan cairan tersebut.
Korban menyatakan optimistis pelaku segera tertangkap. Mereka menyebut laporan resmi telah diajukan dan proses hukum kini berjalan.
“Yakin, pelaku segera tertangkap. Insya Allah. Sudah ada LP-nya. Kita memberi kepercayaan sepenuhnya ke Polres Bangka Selatan,” ujarnya.
Selain menanggung luka fisik, korban juga menghadapi persoalan pembiayaan pengobatan. Rosidi mengaku baru mengetahui bahwa penanganan luka akibat air keras tidak ditanggung BPJS Kesehatan.
“Baru tahu, air keras ini tidak ditanggung BPJS,” ujarnya.
Rosidi tidak menampik kemungkinan serangan tersebut berkaitan dengan berbagai persoalan yang belakangan ia suarakan ke publik.
“Yang kencang (disuarakan -red) yang terakhir itu lah,” kata Rosidi.
Sebagaimana catatan, Rosidi dikenal aktif menyoroti berbagai isu publik atau membela hak-hak masyarakat di Bangka Belitung, khususnya Bangka Selatan.
Salah satu isu yang terakhir ia soroti adalah kasus dugaan pengeroyokan terhadap mantan Direktur RSUD Basel, Muhammad Fauzan, yang diduga melibatkan oknum ajudan Bupati Bangka Selatan. (dd/*)





















