AksaraNewsroom.ID – Komisi I DPRD Kota Pangkalpinang menaruh perhatian serius terhadap kasus dugaan penelantaran dan kekerasan terhadap seorang anak berusia 9 tahun yang terjadi belakangan ini.
Sorotan ini muncul menyusul aduan masyarakat terkait kondisi terkini korban yang membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi.
Ketua Komisi I DPRD Kota Pangkalpinang, Dio Febrian, menyatakan bahwa pihaknya menaruh perhatian serius terhadap kasus tersebut, terutama dalam memastikan keselamatan dan pemulihan korban.
Dio memastikan bahwa korban saat ini telah ditempatkan di panti asuhan untuk mendapatkan perlindungan dan perawatan yang layak.
“Fokus kami adalah pemulihan Gabriel. Saat ini yang bersangkutan sudah ditempatkan di panti asuhan agar mendapatkan perawatan dan lingkungan yang lebih aman,” ujarnya usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama lintas instansi terkait, Jumat (5/6/2026).
Dalam forum tersebu
Dalam forum tersebut, Komisi I DPRD Pangkalpinang meminta Dinas Sosial dan DP3AKB untuk terus melakukan pemantauan terhadap kondisi korban, baik dari aspek kesehatan maupun psikologis agar proses pemulihan berjalan optimal.

Menurut Dio, setiap instansi harus bertanggung jawab penuh sesuai perannya dan tidak saling menunggu.
“Jangan sampai ada kesan lambat atau saling menunggu. Kasus seperti ini butuh respons cepat, terukur, dan terkoordinasi. Keselamatan korban harus jadi prioritas utama,” ujarnya.
Dio mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah cepat yang telah dilakukan oleh seluruh pihak terkait dalam merespons kasus tersebut. Namun demikian, pengawasan berkelanjutan dinilai tetap diperlukan guna memastikan penanganan berjalan maksimal.
Dinas Sosial, lanjutnya, telah memberikan bantuan berupa kebutuhan sandang serta kursi roda untuk menunjang aktivitas korban.
“Tim Dokkes dan tenaga medis diminta proaktif dalam memberikan pelayanan kesehatan serta memfasilitasi kebutuhan pengobatan,” kata Dio.
RDP tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pihak kelurahan, kecamatan, Bhabinkamtibmas, hingga organisasi perangkat daerah seperti Dinas Sosial, DP3AKB, serta tim Dokkes dan tenaga medis.****


















