AksaraNewsroom.ID – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi talenta muda Indonesia. Salah satunya melalui sosialisasi Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 yang digelar di Gedung Perkuliahan dan Laboratorium Kesehatan Terpadu Universitas Bangka Belitung (UBB), Jumat (10/7).
Kegiatan yang dihadiri 241 peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, dan akademisi berbagai perguruan tinggi di Bangka Belitung itu menghadirkan Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso. Kehadirannya disambut langsung oleh Rektor UBB Prof. Dr. Ibrahim, S.Fil., M.Si.
Seminar tersebut menjadi bagian dari upaya LPDP memperkenalkan berbagai program beasiswa sekaligus memberikan pemahaman mengenai mekanisme seleksi dan strategi mempersiapkan diri agar lebih banyak putra-putri daerah mampu menembus perguruan tinggi terbaik di dalam maupun luar negeri.
Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso menegaskan, pembangunan sumber daya manusia menjadi agenda strategis nasional. Menurutnya, Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara dalam jumlah lulusan magister dan doktor.
“Kami yakin betul, ini gaspol mengejar ketertinggalan. Malaysia, Vietnam, Thailand memiliki lulusan S2 dan S3 sekitar lima kali lipat dibanding Indonesia secara per kapita,” ujar Dwi.
Pada Seleksi Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026, LPDP kembali membuka dua program utama, yakni Beasiswa STEM Industri Strategis dan Beasiswa SHARE (Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, Economics).
Selain itu tersedia pula Beasiswa Akselerasi Universitas Unggulan, Beasiswa Keolahragaan, hingga Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional jalur Doctor by Research.
Bidang STEM yang menjadi prioritas mencakup sektor pangan, energi, pertahanan, digitalisasi termasuk kecerdasan artifisial (AI) dan semikonduktor, kesehatan, hilirisasi, maritim, manufaktur, material maju, serta kewirausahaan dan industri kreatif.
Sementara bidang SHARE tetap menjadi fokus dalam penguatan aspek sosial, pendidikan, ekonomi, kebijakan publik, budaya, hingga keagamaan sebagai penopang pembangunan nasional.
Dalam kesempatan itu, Rektor UBB
Prof. Ibrahim mengajak generasi muda Bangka Belitung memanfaatkan peluang yang kini diberikan negara melalui program beasiswa LPDP.
Ia mengungkapkan, rata-rata lama sekolah masyarakat Bangka Belitung masih berada di angka 8,6 tahun atau setara kelas III SMP. Sementara Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi (APK-PT) daerah tersebut masih sekitar 20 persen dan masuk kelompok terbawah secara nasional.
Menurut Ibrahim, kondisi itu menjadi tantangan serius bagi Bangka Belitung yang selama ini dikenal kaya sumber daya alam.
“Ada kondisi di mana kita kaya dengan sumber daya alam. Ini teori resource curse atau kutukan sumber daya alam. Daerah yang kaya sumber daya alam, jika tidak mempersiapkan SDM, suatu hari bisa menjadi miskin karena sumber daya alamnya habis sementara SDM-nya tidak siap,” katanya.
Seminar berlangsung interaktif. Kepala Subdivisi Rekrutmen dan Seleksi Beasiswa LPDP Sri Resmawati Budi Prabawani memaparkan berbagai ketentuan terbaru sekaligus menjawab pertanyaan peserta mengenai proses pendaftaran, peluang lolos seleksi, hingga persiapan studi.
Alumni LPDP yang tergabung dalam Mata Garuda Bangka Belitung turut berbagi pengalaman sebagai penerima manfaat program tersebut.
Pada Tahap II Tahun 2026, LPDP juga melakukan sejumlah penyesuaian kebijakan yang dinilai semakin memudahkan calon pendaftar.
Di antaranya relaksasi persyaratan kemampuan bahasa Inggris, penambahan pilihan sertifikat bahasa, hingga perluasan daftar perguruan tinggi tujuan.
Universitas unggulan yang dapat dipilih juga bertambah dari sebelumnya 17 menjadi 31 perguruan tinggi, termasuk tambahan universitas khusus untuk program studi STEM.
Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 dibuka mulai 30 Juni hingga 31 Juli 2026 melalui laman resmi LPDP.
Hingga 30 Juni 2026, LPDP mengelola Dana Abadi Pendidikan sebesar Rp195,81 triliun setelah memperoleh tambahan Rp15 triliun. Dana tersebut menjadi fondasi keberlanjutan berbagai program beasiswa dan investasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Sejak 2013 hingga Mei 2026, LPDP telah melahirkan 58.749 penerima beasiswa. Sebanyak 34.334 di antaranya telah menjadi alumni, sedangkan 18.728 lainnya masih menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Minat masyarakat terhadap program ini juga terus meningkat. Pada Seleksi Beasiswa LPDP Tahap I Tahun 2026, sebanyak 32.794 orang mendaftar, dengan 2.753 peserta dinyatakan lulus seleksi substansi. Angka tersebut mencerminkan peningkatan minat sebesar 33,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
LPDP menegaskan bahwa seluruh penerima beasiswa merupakan bagian dari investasi negara yang bersumber dari dana publik, sehingga diharapkan dapat kembali dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa setelah menyelesaikan pendidikan.***

















