AksaraNewsroom.ID – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM terus memperkuat pembangunan ekonomi daerah melalui pendekatan inovasi. Tidak hanya berfokus pada pembinaan usaha, pemerintah juga mengintegrasikan aspek kesehatan, perlindungan sosial, dan digitalisasi dalam satu ekosistem pelayanan publik.
Strategi tersebut diwujudkan melalui tiga inovasi unggulan, yakni RANTING EMAS, JAKET UMKM, dan KEDAI DIGITAL UMKM.
Kepala Disperindagkop-UKM Bangka Tengah, Irwandi, menjelaskan ketiga inovasi tersebut disusun untuk menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
RANTING EMAS memastikan seluruh timbangan di fasilitas pelayanan kesehatan ditera ulang sesuai standar metrologi legal sehingga data pengukuran balita menjadi lebih akurat dalam mendukung percepatan penurunan stunting.
Di sisi lain, JAKET UMKM memberikan perlindungan ketenagakerjaan kepada pelaku usaha mikro melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah memberikan bantuan iuran selama satu tahun sebagai bentuk stimulus agar pelaku usaha memiliki jaminan sosial.
Sementara KEDAI DIGITAL UMKM menjadi ruang peningkatan kompetensi pelaku usaha melalui pelatihan digital, pemasaran daring, pendampingan bisnis, hingga evaluasi usaha secara berkelanjutan. Program tersebut dilaksanakan bersama Rumah BUMN PT Telkom dan Baznas Kabupaten Bangka Tengah.
Irwandi menilai kolaborasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam mempercepat peningkatan kapasitas UMKM.
“Kami ingin menghadirkan pembinaan yang menyeluruh, mulai dari peningkatan kompetensi, perlindungan usaha, hingga pendampingan agar UMKM mampu berkembang secara mandiri dan berdaya saing,” katanya.
Ia menambahkan, inovasi pelayanan publik harus mampu menghasilkan dampak yang terukur terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Orientasi kami adalah pelayanan yang semakin mudah, pelaku usaha yang semakin berkembang, dan kualitas pembangunan daerah yang terus meningkat,” tutup Irwandi.

















