AksaraNewsroom.ID — Bursa pergantian Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bangka Tengah mulai menjadi perhatian. Di tengah berakhirnya masa jabatan Direktur Perumda Tirta Bangka Tengah periode 2021-2026, Achmad Barliansyah. sejumlah nama dan figur potensial disebut-sebut mulai masuk dalam pembicaraan untuk menempati posisi strategis tersebut. Sabtu (22/8/2026).
Pergantian Dirut Perumda Tirta Bangka Tengah bukan sekadar soal siapa yang akan menduduki kursi pimpinan perusahaan air minum daerah. Di balik posisi tersebut terdapat tanggung jawab besar terhadap keberlangsungan masa depan pelayanan air bersih bagi masyarakat, sekaligus pengelolaan badan usaha milik daerah yang dituntut mampu bekerja secara profesional dan sehat.
Pertanyaan yang kini mengemuka adalah, siapa kandidat yang paling berpeluang mendapatkan kepercayaan kepala daerah?
Informasi yang berkembang di lingkungan pemerintahan dan politik Kabupaten Bangka Tengah menyebutkan, proses penjajakan terhadap sejumlah figur mulai menjadi pembicaraan. Namun, hingga kini belum terdapat semua nama yang beredar, dapat dikonfirmasi secara resmi sebagai kandidat.
Kondisi tersebut membuat publik menunggu bagaimana sebenarnya mekanisme pengisian jabatan Dirut Perumda Tirta Bangka Tengah akan dilakukan.
Secara regulasi, pengangkatan direksi Perumda memiliki mekanisme tersendiri. Proses tersebut semestinya mempertimbangkan kompetensi, integritas, pengalaman, profesionalitas serta kemampuan calon dalam membawa perusahaan daerah meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat kinerja bisnis.
Keluhan Pelanggan Belum Berakhir
Di tengah pembicaraan mengenai pergantian pucuk pimpinan, persoalan pelayanan Perumda Tirta Bangka Tengah juga masih menjadi perhatian pelanggan.
Sejumlah masyarakat sebagai pelanggan selama ini mengeluhkan kualitas air yang mereka terima. Keluhan yang muncul antara lain air yang keruh, berwarna kekuningan seperti warna karat, hingga kondisi air yang dinilai tidak selalu sesuai dengan harapan pelanggan.
Tidak hanya persoalan kualitas air, gangguan distribusi juga menjadi keluhan yang kerap disampaikan masyarakat.
Distribusi air disebut sering mengalami gangguan, mulai dari kerusakan mesin, debit air yang kecil, hingga aliran air yang tidak lancar di sejumlah wilayah pelayanan.
Persoalan tersebut tentu menjadi pekerjaan rumah bagi siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin Perumda Tirta Bangka Tengah.
Sebab bagi pelanggan, ukuran keberhasilan perusahaan daerah bukan hanya dapat dilihat dari laporan keuangan atau capaian administratif. Lebih sederhana dari itu, masyarakat ingin mendapatkan air yang layak, distribusi yang lancar dan pelayanan yang sebanding dengan biaya yang mereka keluarkan.
Biaya Naik, Pelayanan Dipertanyakan
Di sisi lain, keluhan masyarakat juga menyentuh persoalan biaya.
Sejumlah pelanggan mempertanyakan biaya yang dirasakan semakin meningkat dari waktu ke waktu, sementara pada saat yang sama mereka masih menghadapi persoalan kualitas dan kontinuitas distribusi air.
Situasi tersebut melahirkan pertanyaan yang cukup sederhana tetapi penting: ketika biaya yang dibebankan kepada pelanggan meningkat, apakah kualitas pelayanan juga mengalami peningkatan yang sebanding?
Pertanyaan ini tentu membutuhkan jawaban berbasis data dari manajemen Perumda Tirta Bangka Tengah.
Apakah kenaikan biaya tersebut berkaitan dengan penyesuaian tarif, peningkatan biaya operasional, investasi jaringan, pemeliharaan instalasi atau faktor lainnya?
Publik berhak memperoleh penjelasan secara terbuka agar tidak terjadi kesenjangan antara persepsi pelanggan dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Bukan Sekadar Soal “Restu”
Istilah “restu kepala daerah” menjadi menarik karena kepala daerah memiliki posisi penting dalam tata kelola perusahaan milik pemerintah daerah. Namun, dukungan politik terhadap seorang figur seharusnya tidak dapat begitu saja menggantikan mekanisme seleksi dan penilaian profesional.
Publik tentu berhak mengetahui apakah proses pengisian jabatan tersebut dilakukan melalui mekanisme yang terbuka dan terukur.
Sebab, jika salah satu kandidat sudah dianggap unggul bahkan sebelum proses seleksi berlangsung, pertanyaan berikutnya menjadi tak terhindarkan, apakah seleksi tersebut benar-benar mencari kandidat terbaik atau hanya mengesahkan keputusan politis yang sudah terbentuk sebelumnya?
Pertanyaan semacam ini penting dikemukakan bukan untuk menyerang individu tertentu, melainkan sebagai bentuk kontrol dan pengawasan publik terhadap pengelolaan perusahaan daerah.
Terlebih Perumda Tirta Bangka Tengah memiliki posisi strategis karena berhubungan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Kinerja direksi akan berpengaruh terhadap kualitas pelayanan, pengelolaan keuangan, investasi, pengembangan jaringan serta kemampuan perusahaan menjaga keberlanjutan usaha hingga waktu mendatang.
Tantangan Berat Direktur Berikutnya
Siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin Perumda Tirta Bangka Tengah, tentunya akan menghadapi pekerjaan rumah yang tidak ringan.
Berbagai persoalan klasik, seperti kualitas air, kontinuitas distribusi, kondisi jaringan, kapasitas produksi, pemeliharaan mesin, debit air serta keterjangkauan biaya pelayanan menjadi bagian dari tantangan yang harus dijawab.
Dirut baru juga dituntut mampu membangun sistem pelayanan yang lebih responsif terhadap keluhan masyarakat.
Sebab Perumda bukan sekadar badan usaha milik pemerintah daerah. Perusahaan ini menjalankan fungsi pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Masyarakat sebagai pelanggan pada akhirnya tidak terlalu membutuhkan siapa yang paling dekat dengan kekuasaan.
Mereka membutuhkan air yang jernih, aliran yang lancar, pelayanan yang cepat dan biaya yang masuk akal.
Kinerja Jadi Ukuran Utama
Dalam menentukan figur yang akan memimpin Perumda, rekam jejak seharusnya menjadi salah satu pertimbangan utama.
Calon Dirut idealnya tidak hanya memiliki kedekatan dengan birokrasi atau kekuatan politik, tetapi juga memahami tata kelola perusahaan, pelayanan publik, manajemen keuangan, pengembangan bisnis dan persoalan teknis penyediaan air minum.
Dengan demikian, siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin Perumda Tirta Bangka Tengah harus mampu menjawab tantangan yang jauh lebih besar daripada sekadar mempertahankan posisi perusahaan.
Publik membutuhkan kepastian bahwa proses tersebut tidak menjadi arena pembagian kepentingan dan kursi jabatan.
Siapa Kandidatnya?
Sejumlah nama disebut mulai menjadi bahan pembicaraan. Namun, sampai adanya keputusan dan pengumuman resmi, nama-nama tersebut belum dapat dipastikan sebagai kandidat final.
Karena itu, informasi mengenai siapa yang mendapatkan dukungan atau “restu” dari kepala daerah perlu diuji melalui konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
Kepala daerah, jajaran Dewan Pengawas, pihak Perumda maupun panitia seleksi nantinya memiliki ruang untuk memberikan penjelasan mengenai tahapan dan mekanisme pengisian jabatan tersebut.
Yang jelas, publik memiliki hak dan kepentingan agar proses pergantian Dirut Perumda Tirta Bangka Tengah berlangsung secara transparan, profesional, objektif dan bebas dari intervensi kepentingan politik.
Sebab pada akhirnya, kursi Dirut bukanlah hadiah politik. Itu adalah jabatan profesional yang membawa konsekuensi terhadap pelayanan air minum dan masa depan perusahaan daerah.
Kini publik menunggu, siapa yang benar-benar akan dipercaya, siapa yang hanya masuk dalam bursa, dan apakah proses akhirnya akan melahirkan figur terbaik atau sekadar figur yang paling dekat dengan pusat kekuasaan? yang lebih penting, siapa yang mampu mengantongi kepercayaan masyarakat.

















