AksaraNewsroom.ID — Dua jenazah tanpa identitas ditemukan di dua titik berbeda di pesisir Kabupaten Bangka Selatan, Senin (24/8). Temuan tersebut terjadi hanya dalam hitungan jam dengan jarak kedua lokasi sekitar 14-15 kilometer.
Jenazah pertama ditemukan di wilayah perairan Desa Sadai. Laporan diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang pada pukul 08.43 WIB.
Merespons laporan tersebut, personel Unit Siaga SAR (USS) Toboali langsung bergerak menuju lokasi. Tim SAR Gabungan kemudian berhasil mengevakuasi jenazah pertama sekitar pukul 10.35 WIB dan membawanya ke RSUD Kabupaten Bangka Selatan.
Belum berselang lama, laporan penemuan jenazah kembali diterima.
Pada pukul 12.12 WIB, Polairud Polres Bangka Selatan melaporkan adanya penemuan jenazah kedua di kawasan Pantai Kubu.

Tim SAR Gabungan kembali bergerak menuju lokasi. Titik penemuan tersebut berjarak sekitar 13,53 kilometer dari pos USS Toboali. Tim tiba sekitar pukul 13.50 WIB dan langsung melakukan evakuasi.
Jenazah kedua kemudian dibawa ke RSUD Kabupaten Bangka Selatan untuk menjalani penanganan dan proses identifikasi.
Dalam dua operasi tersebut, Tim SAR Gabungan melibatkan personel USS Toboali, TNI AL, Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, Polairud Polres Bangka Selatan, Ditkrimsus, serta Tim INAFIS Polres Bangka Selatan.
Ditemukan Berdekatan, Identitas Masih Misterius
Dua temuan jenazah dalam satu hari tersebut menjadi perhatian lantaran lokasi penemuannya berada di wilayah pesisir yang berjarak relatif dekat.
Jenazah pertama ditemukan di perairan Desa Sadai, sementara jenazah kedua ditemukan di Pantai Kubu. Jarak kedua lokasi diperkirakan sekitar 14 hingga 15 kilometer.
Namun, hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang menyatakan adanya hubungan antara kedua penemuan tersebut.
Identitas kedua jenazah masih belum diketahui. Penyebab kematian juga belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan serta identifikasi dari pihak berwenang.
Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, mengapresiasi gerak cepat seluruh unsur gabungan dalam menangani dua laporan tersebut.
“Sinergitas dan kesiapsiagaan seluruh unsur SAR Gabungan hari ini patut diapresiasi. Sesuai dengan moto Semangat Quick Action, Satu Jiwa Satu Rasa, seluruh personel dari Basarnas, TNI, dan Polri langsung bergerak cepat begitu menerima laporan sehingga kedua korban dapat segera dievakuasi ke rumah sakit,” ujar Mikel.
Ia menambahkan, setelah proses evakuasi, penanganan kedua jenazah telah diserahkan kepada pihak berwenang untuk proses identifikasi.
Masyarakat di Bangka Selatan dan wilayah sekitarnya yang merasa kehilangan anggota keluarga diimbau segera berkoordinasi dengan kepolisian maupun RSUD Kabupaten Bangka Selatan.
Informasi dari masyarakat diharapkan dapat membantu proses identifikasi kedua jenazah.
Sementara itu, penyelidikan terkait kedua penemuan tersebut masih menjadi kewenangan kepolisian(*)

















