PALEMBANG – Menjaga cita rasa warisan keluarga di tengah perubahan zaman bukan perkara mudah. Namun, Pempek Ikan Giling A3 membuktikan bahwa kuliner tradisional dapat tetap bertahan sekaligus berkembang dengan mengikuti kebutuhan pelanggan masa kini.
Pempek A3 merupakan salah satu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Bank Sumsel Babel yang terus mengembangkan usahanya dengan tetap berpegang pada resep dan cita rasa khas pempek Palembang.
Di tengah persaingan usaha yang semakin dinamis, konsistensi menjadi salah satu kunci Pempek A3 mempertahankan pelanggan. Resep yang diwariskan secara turun-temurun menjadi identitas yang terus dijaga, sehingga cita rasa pempek tetap mempertahankan karakter khasnya.
Namun, mempertahankan rasa saja tidak cukup.
Perubahan perilaku konsumen membuat pelaku UMKM dituntut untuk memberikan pelayanan yang semakin praktis dan mudah. Pempek A3 pun beradaptasi dengan memanfaatkan transaksi pembayaran digital melalui QRIS.
Bersama Bank Sumsel Babel, digitalisasi pembayaran tersebut memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk bertransaksi secara cepat dan praktis tanpa harus selalu menyiapkan uang tunai.
Bagi pelaku usaha, kehadiran transaksi digital bukan sekadar soal metode pembayaran. Digitalisasi juga membuka peluang untuk membantu pengelolaan arus transaksi menjadi lebih tertata sekaligus memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi konsumen.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pempek A3 untuk terus berkembang tanpa meninggalkan akar tradisinya.
Warisan Rasa yang Tetap Hidup
Pempek A3 menunjukkan bahwa melestarikan kuliner tradisional tidak berarti harus tertinggal oleh perkembangan zaman.
Resep keluarga tetap dipertahankan, sementara cara melayani pelanggan terus disesuaikan dengan perkembangan teknologi. Perpaduan antara tradisi dan digitalisasi inilah yang menjadi salah satu kekuatan bagi UMKM kuliner untuk bertahan dan memperluas pasar.
Bank Sumsel Babel pun menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pelaku UMKM dan mendorong pengembangan usaha lokal melalui berbagai kemudahan layanan perbankan dan transaksi digital.
Sebab, ketika UMKM tumbuh, aktivitas ekonomi masyarakat turut bergerak.
Pempek A3 menjadi salah satu gambaran bagaimana warisan kuliner daerah dapat terus hidup melalui keberanian untuk beradaptasi. Cita rasa yang diwariskan dari generasi ke generasi kini berjalan berdampingan dengan kemudahan teknologi.
Sinergi antara pelaku UMKM dan perbankan diharapkan dapat membuka semakin banyak peluang bagi usaha lokal untuk berkembang, memperluas jangkauan pelanggan, sekaligus membawa kekayaan kuliner Sumatera Selatan dan Bangka Belitung dikenal lebih luas.
Pada akhirnya, menjaga tradisi bukan berarti berhenti pada masa lalu. Tradisi akan terus hidup ketika mampu beradaptasi dan menemukan jalannya di tengah perubahan zaman.





















