AksaraNewsroom.ID — Anggota MPR RI dari daerah pemilihan Kepulauan Bangka Belitung, Dinda Rembulan, B.A., M.I.P., mengajak masyarakat Kelurahan Keramat, Kota Pangkalpinang, memperkuat pemahaman sekaligus menerapkan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Dinda dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Balai Pertemuan Pemuda Eka Rini, Kelurahan Keramat, Senin (14/9/2026).
Kegiatan yang diikuti masyarakat Kelurahan Keramat itu menghadirkan Dinda Rembulan bersama Ali Sandra, A.Md., dan Muhammad Arinda sebagai narasumber.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai empat nilai yang menjadi materi Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.
Dinda menekankan bahwa pemahaman terhadap Empat Pilar tidak berhenti pada pengetahuan secara teori, tetapi perlu diwujudkan melalui perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut dia, penerapan nilai Pancasila dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menghormati perbedaan, membantu sesama, bergotong royong, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, serta memahami dan menjalankan hak maupun kewajiban sebagai warga negara.
Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat memiliki peran dalam menjaga persatuan, kehidupan demokrasi, dan hubungan sosial di tengah keberagaman.
Bijak Bermedia Sosial
Tantangan penerapan nilai kebangsaan di era digital menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan tersebut.
Para narasumber mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mempercayai maupun menyebarkan informasi yang diterima melalui media sosial sebelum memeriksa sumber dan kebenarannya.
Informasi palsu, ujaran kebencian, provokasi, serta konten yang berpotensi memecah belah masyarakat dinilai perlu disikapi secara bijak.
Masyarakat didorong membandingkan informasi dengan sumber resmi maupun media yang kredibel. Jika kebenaran sebuah informasi belum dapat dipastikan, informasi tersebut sebaiknya tidak langsung diteruskan kepada orang lain.
Dalam sesi dialog, peserta juga membahas cara menjaga hubungan sosial ketika terjadi perbedaan pendapat maupun pilihan.
Narasumber menjelaskan bahwa perbedaan merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat dan demokrasi. Karena itu, masyarakat diharapkan tetap menghormati pandangan orang lain, tidak memaksakan kehendak, serta mengedepankan musyawarah dalam mencari penyelesaian.
Peran Perempuan dan Keluarga
Peran perempuan dan keluarga dalam menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda turut menjadi pembahasan.
Dalam sesi tanya jawab, peserta menanyakan bagaimana keluarga dapat membantu menanamkan nilai-nilai Empat Pilar kepada anak-anak dan generasi muda.
Narasumber menjelaskan bahwa keluarga menjadi salah satu lingkungan awal dalam pembentukan karakter anak. Pendidikan nilai kebangsaan dapat dimulai melalui keteladanan sederhana, seperti mengajarkan anak menghormati orang lain, membantu sesama, bertanggung jawab, menghargai perbedaan, menggunakan media sosial secara bijak, serta membiasakan berdiskusi dan menyelesaikan persoalan dengan cara yang baik.
Warga Minta Sosialisasi Berkelanjutan
Masyarakat yang mengikuti kegiatan juga menyampaikan sejumlah masukan. Mereka berharap Sosialisasi Empat Pilar dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
Peserta juga mengusulkan agar kegiatan serupa melibatkan lebih banyak generasi muda, pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan komunitas masyarakat.
Selain itu, ruang dialog antara masyarakat dan wakilnya di lembaga negara diharapkan dapat terus diperluas sehingga aspirasi serta persoalan yang dihadapi masyarakat dapat disampaikan secara langsung.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 14.30 WIB tersebut diisi dengan penyampaian materi dan dialog bersama peserta hingga sore hari.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bahwa nilai-nilai Pancasila, konstitusi, keutuhan NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dapat diterapkan mulai dari lingkungan keluarga, tempat tinggal, komunitas, hingga kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Sosialisasi tersebut juga menjadi ruang komunikasi antara anggota MPR RI dan masyarakat dalam membahas penerapan nilai kebangsaan serta kehidupan bermasyarakat di tengah perkembangan era digital. (*)





















