https://aksaranewsroom.id/kontak/ https://aksaranewsroom.id/kontak/ https://aksaranewsroom.id/kontak/
  • Aksara Newsroom | Bertutur Dengan Data
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Newsroom
  • Pedoman Media Siber
Senin, September 21, 2026
  • Login
Aksara Newsroom
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Aksara Newsroom
No Result
View All Result
https://aksaranewsroom.id/2023/10/21/pahami-propaganda-buzzer-di-tahun-politik-berikut-pola-kerja-dan-pengaruh-negatifnya/ https://aksaranewsroom.id/2023/10/21/pahami-propaganda-buzzer-di-tahun-politik-berikut-pola-kerja-dan-pengaruh-negatifnya/ https://aksaranewsroom.id/2023/10/21/pahami-propaganda-buzzer-di-tahun-politik-berikut-pola-kerja-dan-pengaruh-negatifnya/
ADVERTISEMENT

Koalisi Sipil Soroti Konflik Tambang hingga Rencana PLTN di Babel

Hendri J. Kusuma by Hendri J. Kusuma
21 September 2026
0 0
A A
Share on FacebookShare on Twitter

AksaraNewsroom.ID — Koalisi Sipil untuk Keadilan Ekologis membawa isu konflik ruang, pertambangan, perkebunan, kehutanan hingga rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dalam peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026 di Bangka Belitung.

Peringatan yang tahun ini mengusung tema “Dari Tapak untuk Keadilan Antar-Generasi” tersebut diwujudkan melalui aksi massa pada 21 September 2026 yang dipusatkan di Kantor DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Koalisi yang terdiri dari sejumlah organisasi masyarakat sipil, mahasiswa, kelompok masyarakat dan organisasi jurnalis itu menyatakan aksi tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan ruang dan sumber daya alam di Bangka Belitung.

Dalam pernyataan tertulisnya, Koalisi Sipil untuk Keadilan Ekologis menilai Bangka Belitung tengah menghadapi tekanan sosio-ekologis akibat aktivitas industri ekstraktif dan perkebunan skala besar.

Koalisi menyebut berdasarkan catatan perizinan yang mereka himpun, terdapat 172 Izin Usaha Pertambangan (IUP) dengan luas 448.772 hektare yang dimiliki PT Timah dan perusahaan swasta.

Selain pertambangan, mereka mencatat 57 perusahaan kelapa sawit dengan penguasaan lahan mencapai 250.956 hektare serta delapan perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) dengan total konsesi 214.054 hektare.

Koalisi juga menyebut dalam lima tahun terakhir terdapat sedikitnya 26 konflik warga yang berlangsung di kawasan pertambangan, HTI dan perkebunan kelapa sawit dengan melibatkan hampir 67 desa di Bangka Belitung.

Data dan angka tersebut merupakan catatan yang disampaikan Koalisi Sipil untuk Keadilan Ekologis dan masih perlu diverifikasi melalui dokumen perizinan serta sumber resmi pemerintah.

Soroti Batu Beriga dan Teluk Kelabat Dalam

Salah satu wilayah yang menjadi sorotan adalah Batu Beriga, Bangka Tengah.

Koalisi menyoroti keberadaan IUP PT Timah seluas sekitar 5.039 hektare di wilayah perairan tersebut. Menurut mereka, keberadaan izin pertambangan laut itu beririsan dengan kehidupan masyarakat Batu Beriga yang mayoritas menggantungkan penghidupan sebagai nelayan tradisional.

Koalisi menilai kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ruang tangkap, kondisi ekonomi serta keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir.

Mereka juga menyoroti rencana pembangunan PLTN di Pulau Gelasa, Bangka Tengah, yang dinilai berpotensi menambah tekanan terhadap ruang hidup masyarakat pesisir.

Selain Batu Beriga, Teluk Kelabat Dalam juga menjadi perhatian.

Koalisi menyebut terdapat tiga IUP PT Timah dengan luas sekitar 3.746 hektare yang tersebar di perairan Dante, Bakit dan Belinyu.

Menurut koalisi, izin tersebut sebelumnya berlaku hingga 2025 dan kemudian diperpanjang hingga 2027.

Mereka juga mempertanyakan aktivitas pertambangan ilegal di kawasan tersebut serta dugaan keterkaitannya dengan rantai pasok perusahaan tambang.

Namun, tudingan mengenai keterhubungan aktivitas pertambangan ilegal dengan rantai pasok perusahaan tertentu merupakan klaim koalisi yang masih memerlukan pembuktian dan konfirmasi dari pihak-pihak yang disebut.

Koalisi juga menyatakan masyarakat di sekitar 12 desa telah berulang kali menyampaikan penolakan dan meminta penertiban aktivitas pertambangan ilegal serta pencabutan izin pertambangan di kawasan tersebut.

Soroti Konsesi HTI di Bangka Barat

Persoalan ruang juga disoroti dari sektor kehutanan.

Koalisi menyoroti konsesi PT Bangun Rimba Sejahtera (BRS) di Kabupaten Bangka Barat yang disebut memiliki luas 66.460 hektare berdasarkan SK.336/Menhut-II/2013.

Menurut koalisi, konsesi tersebut beririsan dengan ruang hidup masyarakat di 39 desa yang selama ini memanfaatkan kawasan hutan sebagai sumber pangan, ekonomi, obat-obatan hingga ruang sosial dan budaya.

Koalisi juga menyebut terdapat praktik pengelolaan ruang berbasis kearifan lokal, seperti hutan larang, hutan adat dan kelekak, sebelum penetapan kawasan hutan dan penerbitan konsesi.

Mereka menilai perubahan status dan fungsi kawasan tersebut tidak cukup melibatkan masyarakat terdampak dalam proses pengambilan keputusan.

Khawatir Dampak Jangka Panjang

Koalisi Sipil untuk Keadilan Ekologis menyatakan berbagai persoalan tersebut menunjukkan perlunya perubahan pendekatan dalam pengelolaan ruang dan sumber daya alam di Bangka Belitung.

Mereka menilai kebijakan pembangunan tidak cukup hanya mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhitungkan keselamatan masyarakat, keberlanjutan lingkungan serta hak generasi mendatang.

Dalam pernyataannya, koalisi menggunakan istilah “ecocide” untuk menggambarkan apa yang mereka nilai sebagai akumulasi kerusakan lingkungan dan konflik ruang di Bangka Belitung.

Istilah tersebut mereka kaitkan dengan sejumlah persoalan, antara lain peningkatan lahan kritis, kecelakaan di lokasi tambang, konflik satwa-manusia, banjir dan kekeringan.

Koalisi berpandangan persoalan tersebut tidak dapat dilepaskan dari kebijakan ekonomi dan tata kelola sumber daya alam.

Bawa 9 Tuntutan

Dalam aksi Hari Keadilan Ekologis 2026, Koalisi Sipil untuk Keadilan Ekologis menyampaikan sembilan tuntutan kepada pemerintah dan pemangku kebijakan.

Pertama, meminta moratorium seluruh perizinan, termasuk penghentian penerbitan izin baru, evaluasi izin yang telah ada dan pemulihan lingkungan hidup di Bangka Belitung.

Kedua, meminta pencabutan IUP di perairan Batu Beriga.

Ketiga, meminta revisi Perda RZWP3K dengan menetapkan perairan Batu Beriga sebagai wilayah tangkap nelayan, bukan zona pertambangan.

Keempat, meminta pencabutan IUP di Laut Teluk Kelabat Dalam serta penertiban aktivitas pertambangan timah ilegal di kawasan tersebut, termasuk DAS Perimping dan Pulau Kianak.

Kelima, meminta pencabutan konsesi PT BRS di Kabupaten Bangka Barat dengan alasan adanya tumpang tindih dengan wilayah kelola masyarakat.

Keenam, meminta penghentian rencana pembangunan PLTN di Bangka Belitung.

Ketujuh, menolak Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2026 tentang Percepatan Perbaikan Tata Kelola Pertambangan, yang menurut koalisi belum memberikan perhatian memadai terhadap pemulihan lingkungan serta kepentingan nelayan, petani, masyarakat adat, orang muda, perempuan dan pekerja tambang rakyat.

Kedelapan, meminta pemerintah segera menetapkan kebijakan mengenai perlindungan, pengakuan dan penghormatan terhadap wilayah kelola rakyat Bangka Belitung.

Kesembilan, meminta pemerintah mewujudkan pendidikan gratis dan demokratis bagi masyarakat Bangka Belitung.

Koalisi menyatakan Hari Keadilan Ekologis harus menjadi momentum untuk memperluas partisipasi publik dalam menentukan arah pengelolaan ruang dan sumber daya alam.

Mereka berharap kebijakan pembangunan di Bangka Belitung tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan keadilan sosial, keselamatan masyarakat, keberlanjutan lingkungan dan kepentingan generasi mendatang.

Adapun Koalisi Sipil untuk Keadilan Ekologis terdiri dari Wahana Lingkungan Hidup Kepulauan Bangka Belitung, Persatuan Masyarakat Peduli Batu Beriga, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik, Himpunan Mahasiswa Ilmu Sosiologi, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum, Aliansi Jurnalis Independen Pangkalpinang, DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Bangka Belitung, Serikat Mahasiswa Progresif UBB, Sang Puan Indonesia Lestari dan Lingkar Diskusi Gender.

ShareTweetSend

Related Posts

85 KK di Griya Pangkalpinang Terbantu Distribusi Air Bersih PT Timah

85 KK di Griya Pangkalpinang Terbantu Distribusi Air Bersih PT Timah

by Hendri J. Kusuma
21 September 2026
0

AksaraNewsroom.ID -- Memasuki musim kemarau, kebutuhan air bersih masyarakat di sejumlah wilayah Pangkalpinang, Bangka Belitung, mulai meningkat. Untuk membantu memenuhi...

APBD Babel 2026 Masuk Tahap Pengesahan

APBD Babel 2026 Masuk Tahap Pengesahan

by Hendri J. Kusuma
21 September 2026
0

AksaraNewsroom.ID – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan agenda Pengambilan Keputusan...

Dorong Kemandirian Ekonomi, Bank Sumsel Babel Edukasi Keuangan dan Buka Akses KUR

Dorong Kemandirian Ekonomi, Bank Sumsel Babel Edukasi Keuangan dan Buka Akses KUR

by Hendri J. Kusuma
21 September 2026
0

AksaraNewsroom.ID — Bank Sumsel Babel terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui Program GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan)....

Load More
Next Post
APBD Babel 2026 Masuk Tahap Pengesahan

APBD Babel 2026 Masuk Tahap Pengesahan

85 KK di Griya Pangkalpinang Terbantu Distribusi Air Bersih PT Timah

85 KK di Griya Pangkalpinang Terbantu Distribusi Air Bersih PT Timah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

  • 5 Smelter Timah Disita Kejagung Bakal Beroperasi Kembali, Dikelola BUMN Menugaskan PT Timah

    5 Smelter Timah Disita Kejagung Bakal Beroperasi Kembali, Dikelola BUMN Menugaskan PT Timah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bocah Perempuan Korban Diterkam Buaya Ditemukan di Dekat Perairan Jembatan Emas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Breaking News! Kejati Babel Diduga Geledah Kantor BWS Babel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mitos Sentuh Kelamin Patung Victor Noir Cegah Kemandulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Respon Gugatan PTUN! DL Wagub Babel Telah Habiskan Rp217 Juta dalam 3 bulan, Gubernur Hidayat Ternyata Segini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
5 Smelter Timah Disita Kejagung Bakal Beroperasi Kembali, Dikelola BUMN Menugaskan PT Timah

5 Smelter Timah Disita Kejagung Bakal Beroperasi Kembali, Dikelola BUMN Menugaskan PT Timah

23 April 2024
Bocah Perempuan Korban Diterkam Buaya Ditemukan di Dekat Perairan Jembatan Emas

Bocah Perempuan Korban Diterkam Buaya Ditemukan di Dekat Perairan Jembatan Emas

4 Februari 2025
Breaking News! Kejati Babel Diduga Geledah Kantor BWS Babel

Breaking News! Kejati Babel Diduga Geledah Kantor BWS Babel

18 Juni 2025
Mitos Sentuh Kelamin Patung Victor Noir Cegah Kemandulan

Mitos Sentuh Kelamin Patung Victor Noir Cegah Kemandulan

20 Juni 2023
Ironi Proyek Ketahanan Pangan di Batu Betumpang, Petani Keluhkan Air Asin hingga Pintu Air Bocor

Ironi Proyek Ketahanan Pangan di Batu Betumpang, Petani Keluhkan Air Asin hingga Pintu Air Bocor

3
Penopang Air Bendungan Ditanami Sawit, Petani Padi Desa Rias Minta Perhatian Presiden, DPRD Babel Desak Tim Satgas Bertindak!

Menyorot Proyek Irigasi BWS Babel dan Hulu Bendungan Mentukul Terancam Ekspansi Sawit

2
31 Ribu Hektare Dikuasai 60 Tahun, Rina Tarol Ungkap Kejanggalan Izin HTI Milik PT HLR

Penambang Kecil Tersandera? Rina Tarol Kritik Peran Kolektor Timah dan Skema Kemitraan

2
Pemkot Pangkalpinang Terima 130 Kuota PPPK 2022, Ini Formasi dan Jadwal Pelaksanaannya

Pemkot Pangkalpinang Terima 130 Kuota PPPK 2022, Ini Formasi dan Jadwal Pelaksanaannya

1
85 KK di Griya Pangkalpinang Terbantu Distribusi Air Bersih PT Timah

85 KK di Griya Pangkalpinang Terbantu Distribusi Air Bersih PT Timah

21 September 2026
APBD Babel 2026 Masuk Tahap Pengesahan

APBD Babel 2026 Masuk Tahap Pengesahan

21 September 2026
Koalisi Sipil Soroti Konflik Tambang hingga Rencana PLTN di Babel

Koalisi Sipil Soroti Konflik Tambang hingga Rencana PLTN di Babel

21 September 2026
Dorong Kemandirian Ekonomi, Bank Sumsel Babel Edukasi Keuangan dan Buka Akses KUR

Dorong Kemandirian Ekonomi, Bank Sumsel Babel Edukasi Keuangan dan Buka Akses KUR

21 September 2026
ADVERTISEMENT

Tags

ADV Advertorial Algafry Rahman Bangka Barat Bangka Belitung Bangka Selatan Bangka Tengah Bank Sumsel Babel Bawaslu Belitung Beltim BSB BUMN Bupati Bangka Tengah DPRD DPRD Babel Erzaldi Rosman Djohan Gubernur Babel Hidayat Arsani IUP Kapolda Babel KPU Lingkungan MIND ID Molen Nelayan Pangkalpinang Pangkalpinang Pemilu 2024 Pemkab Bangka Tengah Pemkot Pangkalpinang Pemprov Babel Pilkada 2024 Pj Gubernur Babel Polda Babel Politik Program CSR PT Timah Tbk PT Timah PT Timah Tbk Rina Tarol Safrizal Zakaria Ali Sawit Timah TINS UMKM
  • Aksara Newsroom | Bertutur Dengan Data
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Newsroom
  • Pedoman Media Siber

PT. AKSARA MEDIA INDONESIA - All rights reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Lingkungan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Makro
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Destinasi
    • Kuliner
    • Budaya
    • Humaniora
  • Olahraga
  • Lokal Newsroom
    • Pangkalpinang
    • Bangka Tengah
    • Bangka
    • Belitung
    • Bangka Selatan
    • Bangka Barat
  • Newsroom
    • Newsroom
    • Kontak
    • Disclaimer
  • Aksara Newsroom | Bertutur Dengan Data

PT. AKSARA MEDIA INDONESIA - All rights reserved