AksaraNewsroom.ID — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani menggagas sebuah karya yang memadukan olahraga, kebudayaan, dan semangat kebersamaan masyarakat.
Karya tersebut diwujudkan melalui Senam Serumpun Sebalai, senam kreasi budaya Melayu khas Bangka Belitung yang rencananya diluncurkan dalam rangkaian peringatan HUT ke-26 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada November 2026.
Dibincangi di Pangkalpinang, Rabu (7/10/2026), Gubernur Hidayat mengatakan, dirinya ingin Bangka Belitung memiliki senam yang tidak hanya mendorong masyarakat hidup sehat dan bugar, tetapi juga membawa identitas serta kekayaan budaya daerah.
Menurutnya, olahraga dapat menjadi medium untuk memperkenalkan sekaligus menghidupkan kembali budaya daerah di tengah masyarakat.
“Budaya tidak cukup hanya disimpan sebagai warisan. Budaya harus dihidupkan, digerakkan, dan diwariskan. Melalui Senam Serumpun Sebalai, kita ingin mengajak masyarakat untuk sehat sekaligus mencintai budaya daerah,” ujar Gubernur Hidayat.
Ia menegaskan, budaya daerah harus terus diperkenalkan kepada generasi berikutnya melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Atas dasar itu, beragam gerak tradisi yang selama ini dikenal melalui kesenian daerah dikemas menjadi gerakan senam yang lebih dinamis dan mudah diikuti oleh berbagai kalangan.
“Sehat Berbudaya, Bugar Bersama. Satu Semangat, Satu Gerak, Jangan Lupa Bahagia,” ucapnya.
Gubernur Hidayat juga mengajak masyarakat yang ingin mempelajari koreografi Senam Serumpun Sebalai untuk mengakses video pembelajaran melalui kanal YouTube Diskominfo Babel.
Untuk diketahui, Senam Serumpun Sebalai merupakan senam kreasi budaya Melayu khas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dirancang sebagai salah satu persembahan Gubernur Hidayat Arsani bagi masyarakat dalam momentum HUT ke-26 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diperingati pada 21 November 2026.
Nama Serumpun Sebalai merepresentasikan semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat Kepulauan Bangka Belitung.
Koreografi senam tersebut mengambil inspirasi dari sejumlah gerak dasar tari dan kesenian tradisional khas Bangka Belitung, di antaranya Kecupus, Dincak Dambus, Campak, Sepen, Cakter, Zapin, dan Gajah Menunggang.
Gerakan-gerakan tradisional tersebut kemudian dikreasikan dan dipadukan dengan gerakan senam yang dinamis serta energik sehingga dapat dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat dari berbagai kalangan.
Karya ini melibatkan sejumlah insan kreatif daerah. Sukma Wijaya bertindak sebagai pencipta lagu sekaligus koreografer, bersama Zuryantina sebagai koreografer lainnya.
Sementara itu, aransemen musik dikerjakan Zulfikri Hilmi dengan Nunung Rohmawati sebagai vokalis. Adapun Budi Utama dan Ibnu Suzano bertindak sebagai pembina.
Senam Serumpun Sebalai tidak hanya diarahkan sebagai aktivitas untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan dan menghidupkan kembali kekayaan budaya Bangka Belitung melalui gerakan yang mudah dipelajari dan dilakukan secara bersama-sama.
Dengan memadukan olahraga dan budaya, Senam Serumpun Sebalai diharapkan dapat menjadi aktivitas masyarakat yang tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap identitas budaya daerah. (*)



















