PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID –
Nama Maulan Aklil, atau yang akrab disapa Molen, kembali diseret dalam pusaran isu miring jelang Pilkada Pangkalpinang 2025. Kali ini, tudingan bahwa dirinya bukan asli warga Pangkalpinang kembali dihembuskan.
Menjawab itu, Molen menegaskan bahwa dirinya adalah putra asli Kota Pangkalpinang. Penegasan ini ia sampaikan sebagai bentuk klarifikasi terhadap isu-isu menyesatkan yang kerap menyebut dirinya bukan berasal dari kota tersebut.
“Saya ingin menegaskan sekali lagi kepada seluruh masyarakat Pangkalpinang, bahwa saya ini asli putra daerah. Emak saya orang Bukit Merapin bernama Dahlina, yang di kampung dipanggil Jerine. Bapak saya juga orang Kampung Melintang, bernama Zulkifli,” ujar Molen.
“Bahkan nenek saya, yang dikenal dengan nama Nak Item, adalah tukang cuntok atau perias pengantin di Kampung Melintang,” Molen melanjutkan.
Lebih lanjut, Molen menyebut bahwa ia lahir di rumah sakit yang kini dikenal sebagai DKT Pangkalpinang. Hal ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa sejak awal ia sudah menjadi bagian dari Kota Beribu Senyuman.
“Saya sendiri lahir di DKT Pangkalpinang. Jadi jangan lagi percaya dengan hoaks yang menyebut saya orang luar, orang seberang, atau orang Palembang. Itu tidak benar. Saya lahir, besar, dan berkiprah di Pangkalpinang,” tegasnya.
Tak hanya itu, Molen juga menekankan bahwa pasangannya dalam Pilkada Pangkalpinang 2025, Zeki Yamani, merupakan putra asli daerah.
“Pak Zeki itu putra asli Kota Pangkalpinang, kacang pedang Pangkalpinang. Jadi kami ini benar-benar putra daerah. Ini penting kami sampaikan karena kerap muncul hoaks yang menyudutkan kami seolah bukan berasal dari Pangkalpinang,” imbuhnya.
Pernyataan tersebut menjadi bentuk klarifikasi resmi dari Molen untuk membantah rumor yang dinilainya sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu demi kepentingan politik.
Ia berharap masyarakat dapat lebih fokus pada substansi program dan visi yang mereka tawarkan.
“Kami ingin semua warga Pangkalpinang fokus pada visi dan program yang kami bawa untuk membangun kota ini lebih baik ke depan, bukan pada isu-isu tidak berdasar,” kata Molen. (*)





















