PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID -Sebanyak delapan anak buah kapal (ABK) KM Osela masih dalam pencarian setelah kapal tersebut pecah akibat cuaca buruk dan tenggelam di perairan Karang Mardalena, sebelah utara Pulau Gelasa, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Menurut keterangan korban yang selamat, KM Osela berangkat dari Pelabuhan Perikanan Tanjung Pandan pada 14 Agustus dengan sembilan awak untuk melaut.
Namun keesokan harinya, kapal pecah diterjang cuaca buruk dan tenggelam.
“Informasi tersebut diterima dari Bapak Afen. Ia menemukan satu orang yang tersangkut di bagan miliknya mengapung menggunakan alat apung gabus dalam keadaan selamat,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, I Made Oka Astawa, dalam keterangan pers tertulis di terima Aksara Newsroom, Senin (18/8).
Oka mengatakan korban yang ditemukan pertama diketahui berinisial Ham, kapten kapal KM Osela. Dijelaskannya, pihaknya menerima informasi pada Senin (18/8) pukul 11.27 WIB dari seorang nelayan bernama Afen.
Berdasarkan keterangan Ham, KM Osela membawa 9 orang awak. Namun, pada 15 Agustus sekitar pukul 04.00 WIB, kapal pecah diterjang cuaca buruk dan langsung tenggelam.
“Saat kapal karam, tiga orang sempat menggunakan alat apung seadanya, sementara enam orang lainnya bertahan dengan box fiber. Hingga kini, delapan orang masih belum diketahui keberadaannya,” jelas Oka Astawa.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Oka
mengatakan tim SAR gabungan kini telah dikerahkan menggunakan KN SAR Karna.
“Kami langsung melakukan evakuasi terhadap korban selamat dan memperluas pencarian delapan ABK lainnya,”ujarnya.
Berikut daftar korban dalam pencarian:
- Yo (20)
- Ta (27)
- Ri (22)
- Ni (30)
- Sa (32)
- Ma (30)
- Ab (18)
- Jo (25)





















