PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Pangkalpinang, Juhaini, mewakili Penjabat Wali Kota menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dan Evaluasi Dukungan Program 3 Juta Rumah yang digelar Kementerian Dalam Negeri RI melalui Zoom Meeting di Smart Room Center (SRC), Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Selasa (29/7/2025).
Dalam kesempatan itu, Juhaini mengungkapkan bahwa Kota Pangkalpinang berhasil mencatat inflasi rendah dan mendapat apresiasi langsung dari Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri.
“Alhamdulillah, inflasi Kota Pangkalpinang tercatat 0,96 persen year on year dengan perkembangan harga 1,059 persen. Angka ini terendah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sekaligus masuk 10 besar kota dengan inflasi terendah di Indonesia,” ujarnya.
Menurut Juhaini, penyumbang terbesar inflasi berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,68 persen. Untuk itu, Pemkot Pangkalpinang terus berupaya menjaga stabilitas harga, khususnya pangan strategis.
Ia menambahkan, Pemkot melalui program cadangan pangan pemerintah juga telah merealisasikan penyaluran 148,12 ton beras kepada 70.406 KK, masing-masing keluarga menerima 20 kg beras untuk dua bulan (Juni–Juli 2025).
“Upaya stabilisasi harga pangan ini menjadi langkah penting untuk menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat,” pungkasnya (*)





















