PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID – Hubungan antara Gubernur Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani dan Wakil Gubernur Hellyana tampaknya masih ‘renggang’. Baru-baru ini, Hidayat secara terbuka balik menyinggung kinerja sekaligus status hukum wakilnya yang belakangan ditetapkan sebagai tersangka.
Hidayat Arsani juga melontarkan kritik keras terhadap Hellyana. Ia menilai wakilnya itu kerap mengabaikan aturan, jarang masuk kantor dan minim koordinasi.
Ia juga menyinggung sikap Hellyana yang dinilainya tidak menunjukkan itikad baik untuk bertemu ataupun meminta maaf.
“Bu Wagub inikan dari awal sudah saya ingatkan, Bu, ikuti aturan kerja. Ibu kemana-mana izin saya selaku Gubernur, tapi dia mengatakan bahwa Wakil Gubernur dengan Gubernur itu setara, ya silahkan,” kata dia, merespon pertanyaan Hellyana di media massa baru-baru ini, Senin (20/10/2025).
Hidayat mengungkapkan, Hellyana bahkan menggugat dirinya ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan Ombudsman. Namun, ia menegaskan tetap konsisten menjalankan aturan.
“Beliau dikatakan jarang masuk bagaimana saya mau merintahkannya. Kedua membuat berita-berita (polemik-red) di luar. Welcome saja, tetap patuhi aturan. Saya Gubernur, kalau memang ada kesetaraan ya tolong tunjukkan peraturannya,” ujarnya.
Menurutnya, koordinasi antara dirinya dengan Hellyana nyaris tidak berjalan.
“Samapi hari ini tidak ada koordinasi. Bagaimana mau koordinasi masuk saja enggak, bagaimana mana mau koordinasi. Kita kalau dia mau minta maaf, apalagi sudah tersangka,” katanya.
Hidayat pun menyampaikan pesan tegas kepada wakilnya itu agar menaati aturan.
“Pesan kepada Ibu Wagub ikut aturan saja ya. Kalau tidak terbukti kembali habitat, ikuti aturan yang ada di undang-undang,” katanya.
Gubernur menegaskan, status hukum Hellyana yang kini menyandang tersangka merupakan urusan pidana yang harus diproses sesuai aturan.
“Apalagi sudah tersangka. Fokus la ketersangka dulu, apabila di pengadilan nanti ternyata benar kembali la ke habitatnya,” tegas Hidayat.
Ia juga mengingatkan soal arahan pemerintah pusat agar pejabat daerah transparan dan hemat dalam penggunaan anggaran.
“Ikuti aturan Mendagri dan Presiden menginstruksikan semua perjalanan dinas harus irit, uang negara harus transparan karena milik rakyat. Ikuti aturan,” ujarnya.
Hidayat kemudian menyinggung keseriusannya dalam bekerja sebagai gubernur, termasuk harus menempuh perjalanan ke daerah-daerah terpencil.
“Saya pun kantor pergi pagi pulang malam ke kampung-kampung, pulau-pulau terpencil. Naik helikopter resikonya tinggi. Sehingga negara bayar gaji saya tidak sia-sia,” tuturnya.
Redaksi Aksara Newsroom masih berusaha meminta tanggapan langsung dari Hellyana untuk mendapatkan konfirmasi mengenai pernyataan tersebut.
Penulis: Hendri J. Kusuma/D2K





















