AksaraNewsroom.ID – Ketegangan geopolitik di kawasan Arktik semakin memanas setelah serangkaian pernyataan dan tekanan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Denmark mengenai status kedaulatan Greenland atau wilayah otonom yang berada di bawah kendali Kerajaan Denmark.
Konflik ini kian menarik perhatian seluruh dunia karena menyentuh asas penting dalam hubungan internasional, termasuk solidaritas dan prinsip pertahanan bersama dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Baru-baru ini dilansir Aksara Newsroom dari berbagai sumber, Denmark dan Greenland mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan pejabat AS di Gedung Putih untuk membahas masa depan pulau tersebut, namun perbedaan prinsip masih tajam antara kedua pihak.
Perdana Menteri Denmark menyatakan konflik ini bukan sekadar perdebatan diplomatik, tetapi menyentuh akar solidaritas NATO.
Di sisi lain, Denmark memperingatkan bahwa segala upaya penguasaan paksa Greenland oleh negara lain termasuk oleh sekutu NATO sendiri bisa menghancurkan aliansi pertahanan tersebut.
Pernyataan ini disampaikan secara tegas oleh Menteri Luar Negeri Denmark, yang menyebut hal itu sebagai “akhir dari NATO” jika terjadi tanpa persetujuan.
Menanggapi ketegangan ini, sejumlah negara anggota NATO telah mulai mengirimkan pasukan militer skala kecil ke Greenland, sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan di wilayah Arktik yang strategis.
Langkah ini dilakukan melalui latihan militer yang dipimpin oleh Denmark, dengan nama operasi seperti Operation Arctic Endurance, sebuah latihan gabungan untuk memperkuat interoperabilitas militer anggota di lingkungan ekstrem Arktik.
Beberapa negara yang telah mengirim personel termasuk Jerman, Prancis, Swedia, Norwegia, bahkan perwira dari Denmark sendiri berada di lokasi untuk koordinasi latihan.
Rusia menyatakan kekhawatiran atas peningkatan kehadiran militer NATO di Greenland, menuding aliansi membangun kekuatan di bawah alasan ancaman dari Moskow dan Beijing.
Beberapa negara anggota NATO lainnya bersama Denmark menegaskan bahwa Greenland tetap milik rakyatnya dan setiap isu kedaulatan harus dihormati berdasarkan hukum internasional serta prinsip Piagam PBB.
Siapa Saja Anggota NATO?
NATO (North Atlantic Treaty Organization) adalah aliansi pertahanan kolektif yang dibentuk pada tahun 1949 dan terdiri dari negara-negara di Eropa dan Amerika Utara yang sepakat bahwa serangan terhadap satu anggota adalah serangan terhadap semua. Hingga 2026, NATO memiliki 32 negara anggota.
Berikut Daftar Lengkap Anggota NATO (2026):
Albania
Belgia
Bulgaria
Kanada
Kroasia
Republik Ceko
Denmark
Estonia
Finlandia
Prancis
Jerman
Yunani
Hongaria
Islandia
Italia
Latvia
Lituania
Luksemburg
Montenegro
Belanda
Makedonia Utara
Norwegia
Polandia
Portugal
Rumania
Slovakia
Slovenia
Spanyol
Swedia
Turki
Inggris (United Kingdom)
Amerika Serikat
Editor: Hendri Jaya Kusuma/D2K





















