DELAS, AksaraNewsroom.ID – Memasuki hari kelima, operasi pencarian terhadap Doli (40), nelayan Desa Delas yang diduga hilang diterkam buaya di Sungai Nyirih, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, masih terus berlanjut. Sayangnya, hingga Senin (20/4/2026) sore, penyisiran intensif yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan belum membuahkan hasil.
Sejak pagi hari, tim gabungan yang terdiri dari Rescuer Kantor SAR Pangkalpinang, Unit Siaga SAR Toboali, aparat Kepolisian, personel TNI AD, serta puluhan warga dan nelayan setempat telah bersinergi melakukan penyisiran di titik duga (LKP) dan area perairan sekitarnya.
Mengingat lokasi tersebut merupakan habitat predator buas, seluruh pergerakan tim di air diawasi secara ketat dan dibekali dengan Crocodile Attack Protection Equipment (CAPE) demi menjamin keselamatan personel.
Kendati penyisiran darat dan air telah dilakukan secara maksimal hingga sore hari, tanda-tanda keberadaan korban masih nihil.
Tingkat kesulitan medan yang didominasi rawa dan ancaman bahaya dari satwa liar menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.Tidak menyerah pada keadaan, Tim SAR Gabungan memutuskan untuk melanjutkan pencarian pada malam hari dengan strategi yang berbeda.
Menghindari risiko pergerakan fisik di sungai yang gelap, Basarnas mengerahkan teknologi pemantauan udara berupa Drone Thermal.
“Penyisiran darat dan perairan bersama rekan-rekan potensi SAR dan warga hingga sore tadi masih nihil. Mengingat tingginya ancaman bahaya di malam hari, kami memaksimalkan penggunaan Drone Thermal untuk mendeteksi anomali suhu tubuh dari udara, khususnya di titik-titik rawa yang sulit dijangkau,” ungkap Afrian Nur Fajar selaku Dantim Operasi SAR Gabungan.
Kehadiran drone thermal ini diharapkan dapat menembus keterbatasan visual di malam hari dan segera menemukan titik terang terkait keberadaan korban.Hingga berita ini diturunkan, pemantauan udara masih berlangsung di bawah koordinasi Tim SAR Gabungan.
Masyarakat setempat kembali diimbau secara tegas untuk tidak mendekati area pinggiran sungai dan menghentikan aktivitas di perairan tersebut sementara waktu demi keselamatan bersama***
















