AksaraNewsroom.ID – Tekanan anggaran ditenggarai menjadi faktor utama yang mempengaruhi kinerja organisasi olahraga di bawah naungan KONI Bangka Belitung dalam dua tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat sejumlah program pembinaan berjalan tidak maksimal.
Ketua KONI Babel, Ricky Kurniawan, menyebut situasi tersebut sebagai fase “cooling down” bagi dunia olahraga daerah.
Meski tidak merinci secara gamblang kondisi yang dimaksud, hal itu kuat mengarah pada keterbatasan anggaran yang berdampak langsung terhadap pembinaan atlet serta pelaksanaan program kerja organisasi.
“Dua tahun ini kita cooling down untuk olahraga karena kondisi yang tidak baik-baik saja. Tapi luar biasa, teman-teman cabor di kabupaten/kota tetap berjuang di tengah kondisi yang ada,” katanya usai pelantikan KONI Babel Periode 2026-2030, Rabu (13/6/2026).
Ricky mengatakan di tengah tekanan tersebut, semangat cabang olahraga di daerah disebut tetap terjaga. Berbagai upaya dilakukan agar pembinaan tidak sepenuhnya terhenti, meski berjalan dalam keterbatasan.
Menghadapi situasi itu, kata dia, KONI Babel mulai melakukan penataan internal. Salah satu langkah yang diambil adalah merampingkan struktur kepengurusan.
Ricky mengungkapkan, kepengurusan saat ini diisi sebagian wajah baru dengan jumlah yang lebih sedikit dibandingkan periode sebelumnya.
Menurutnya, langkah ini diambil untuk menciptakan organisasi yang lebih efisien namun tetap produktif.
“Kita berusaha dengan kepengurusan yang lebih efisien, tapi dengan hasil yang lebih besar,” tegasnya.
Ia mengaku bahwa fokus berikutnya adalah mempersiapkan cabang olahraga menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang. (hjk/dd)

















