AksaraNewsroom.ID – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus memperkuat sistem pengendalian inflasi yang lebih terstruktur dan berbasis data menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Langkah ini diwujudkan melalui penerapan strategi 4K yang menjadi acuan utama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), sebagaimana dibahas dalam Rapat Koordinasi Tingkat Tinggi yang dipimpin Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutisna, Rabu (20/5/2026), dikutip Aksara Newsroom.
Dalam kesempatan tersebut, juga diluncurkan gerakan pengendalian harga bertajuk “Kerito Surong Ketapang”.

Dessy menjelaskan, pendekatan 4K menjadi kerangka kerja terpadu dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya dalam mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan.
“Empat aspek utama itu mencakup ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, serta komunikasi publik yang efektif. Ini dijalankan secara kolaboratif agar kondisi tetap terkendali,” ujarnya.
Pemantauan intensif kini dilakukan terhadap sejumlah komoditas strategis yang berpotensi mengalami kenaikan harga, seperti cabai dan daging.
Selain itu, beras dan minyak goreng juga menjadi perhatian guna memastikan stabilitas pasokan dan harga di pasaran.
Upaya ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat agar seluruh daerah proaktif dalam menjaga kestabilan harga menjelang Idul Adha.
Dalam implementasinya, Pemkot Pangkalpinang turut menggelar operasi pasar dan program pangan murah sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat. Distribusi bahan pokok juga dipastikan berjalan lancar hingga ke pasar tradisional.
Hasil dari strategi tersebut menunjukkan capaian positif. Pangkalpinang mencatat inflasi sebesar 0,76 persen dan menempati posisi kedua dari 96 kota di Indonesia dengan tingkat inflasi terendah.
“Ini merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak. Ke depan, kita optimistis pengendalian inflasi bisa semakin optimal,” kata Dessy.
Sementara itu, pejabat Pemkot Pangkalpinang, Juhaini, menambahkan bahwa pemerintah kini mengembangkan Kalender Inflasi Prediktif untuk memetakan potensi kenaikan harga komoditas hingga tahun 2027.
Menurutnya, sistem ini membuat kebijakan pengendalian inflasi menjadi lebih terencana dan berbasis data, tidak lagi bersifat reaktif.
“Melalui dashboard TPID dan BPS, data prediksi sudah tersedia sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” jelasnya.
Usai rapat koordinasi, TPID Pangkalpinang juga melakukan pengecekan langsung ke gudang Bulog guna memastikan ketersediaan stok beras tetap aman menjelang Hari Raya Idul Adha.**



















