AksaraNewsroom.ID – Berawal dari keberanian mengolah potensi alam di sekitar menjadi produk bernilai jual, The Inez kini berhasil menorehkan prestasi di tingkat regional.
Usaha yang dirintis Nine Widaningsih sejak 2000 tersebut meraih Juara Harapan 1 UMKM Award Sumatera Selatan 2025, sekaligus membawa pulang hadiah sebesar Rp3,5 juta.
Capaian itu menjadi buah dari perjalanan panjang dalam membaca selera pasar, mengembangkan bahan baku lokal, sekaligus menghadirkan produk yang memiliki karakter tersendiri.
The Inez mengolah sejumlah bahan yang tidak selalu identik dengan camilan modern menjadi produk kreatif. Di antaranya Stik Daun Kelor, Stik Kecombrang, Brown Chips hingga Red Velvet Pie Brownies Chips.
Bukan sekadar mengandalkan bahan lokal, The Inez juga memperhatikan konsistensi rasa, tampilan kemasan, serta kreativitas dalam mengembangkan produk.
Perpaduan tersebut menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperluas daya saing produk.
Perjalanan The Inez juga mendapat dukungan sebagai salah satu UMKM binaan Bank Sumsel Babel.
Dukungan tersebut mencakup pendampingan serta bantuan dalam desain dan produksi kemasan agar tampil lebih menarik dan profesional.
Selain itu, The Inez memperoleh kesempatan mempromosikan produknya dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan Bank Sumsel Babel maupun sejumlah agenda strategis lainnya. Dukungan tersebut membuka ruang bagi produk lokal untuk dikenal lebih luas dan menjangkau pasar di luar daerah.
“Dari bahan lokal menjadi produk bernilai, The Inez membuktikan inovasi membawa UMKM Sumatera Selatan melangkah lebih jauh,” tulis akun resmi Bank Sumsel Babel melalui Instagram.
Kisah The Inez menunjukkan bahwa perjalanan sebuah UMKM tidak selalu dimulai dari modal besar. Ketelitian membaca peluang, konsistensi mengembangkan produk, dan keberanian mengubah bahan lokal menjadi sesuatu yang bernilai dapat menjadi modal penting untuk tumbuh dan bersaing.
Dari bahan yang tumbuh di sekitar, lahir produk yang menembus panggung penghargaan. The Inez membuktikan, ketika kreativitas bertemu potensi lokal, sesuatu yang sederhana bisa memiliki nilai yang luar biasa. (*)
















