AksaraNewsroom.ID – Festival KOBALORASI Vol. 4 resmi dibuka di Alun-Alun Kota Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (18/8/2026) malam. Mengusung tema “Koba dari Masa ke Masa”, festival tahun ini tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga menghadirkan sejarah, seni budaya, dan geliat ekonomi masyarakat. Rabu (19/8/2026).
Antusiasme warga terlihat sejak malam pembukaan. Alun-Alun Kota Koba dipadati masyarakat yang datang menyaksikan berbagai pertunjukan sekaligus berkunjung ke stan UMKM yang menjadi bagian penting dari rangkaian festival.
Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, turut hadir bersama jajaran pemerintah daerah. Saat meninjau sejumlah stan, ia mengapresiasi partisipasi masyarakat dan pelaku UMKM dalam menyukseskan KOBALORASI Vol. 4.
Menurut Efrianda, tingginya jumlah pengunjung menjadi indikasi bahwa festival tersebut memiliki daya tarik sebagai ruang publik sekaligus berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah berharap kehadiran ratusan lapak UMKM ini mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara signifikan, khususnya di wilayah Kota Koba selama perhelatan festival berlangsung,” ujar Efrianda.
Semarak pembukaan turut diisi pertunjukan musik dambus dari Dambus Miak Sekaban dan Dambus Serambi Dul. Sejumlah sanggar juga tampil, disusul hiburan musik modern dari Band Infinity Junior dan Big Noeng.
Rangkaian kegiatan sebelumnya telah dimulai pada sore hari melalui agenda membaca dan bercerita bersama.
Lorong Waktu, Membaca Koba dari Masa ke Masa
Salah satu daya tarik baru KOBALORASI Vol. 4 adalah hadirnya “Lorong Waktu”. Ruang tematik ini dirancang untuk membawa pengunjung melihat perjalanan Kota Koba dari masa lalu hingga perkembangan daerah saat ini.
Kepala Disperindagkop-UKM Bangka Tengah, Irwandi, mengatakan konsep tersebut sengaja dihadirkan untuk memperkuat tema “Koba dari Masa ke Masa”.
“Yang berbeda untuk tahun ini karena ada ‘Lorong Waktu’. Sesuai konsep di awal, Kota Koba dari masa ke masa. Jadi kami berusaha untuk menampilkan wajah Kota Koba dari zaman dahulu, pertengahan, sampai dengan sekarang pencapaian dari pimpinan kita, Pak Bupati Algafry dengan Bapak Wakil Bupati Efrianda,” kata Irwandi.
Konsep “Lorong Waktu” menjadi pendekatan visual untuk memperkenalkan sejarah dan perkembangan Kota Koba kepada masyarakat. Ruang tersebut juga diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang menarik bagi generasi muda.
Hampir 400 UMKM Berpartisipasi
Dimensi ekonomi menjadi salah satu kekuatan KOBALORASI Vol. 4. Hampir 400 booth UMKM ambil bagian dalam festival yang berlangsung hingga Sabtu (22/8/2026).
Ratusan pelaku usaha memanfaatkan momentum tersebut untuk memasarkan produk kepada masyarakat. Ramainya pengunjung menjadi peluang bagi UMKM lokal untuk memperluas pasar dan meningkatkan transaksi.
KOBALORASI Vol. 4 dengan demikian tidak berhenti sebagai festival hiburan. Seni, sejarah, budaya, dan UMKM ditempatkan dalam satu ruang publik yang mempertemukan masyarakat sekaligus memperkenalkan identitas Kota Koba.
Festival ini berlangsung 18–22 Agustus 2026 di Alun-Alun Kota Koba dengan berbagai agenda seni, budaya, edukasi, hiburan, dan ekonomi kreatif.


















