PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bangka Belitung telah memetakan daerah rawan masuknya politik uang di wilayah pengawasan mereka. Potensi kerawanan masuknya politik uang itu dianggap sangat rawan terjadi di Kabupaten Bangka Selatan.
Berkaca dari indeks dan tingkat kerawanan terkait politik uang di Pemilu 2019, Bangka Selatan menjadi daerah rentan masuknya politik uang di Provinsi Bangka Belitung.
“Nah, yang menjadi potensi yang paling besar itu politik uang. Kalau dari pemetaan daerah rawan berpotensi terjadi politik uang jika dilihat dari data atau pemilu tahun lalu yang berpotensi itu memang di Kabupaten Bangka Selatan,” kata Ketua Bawaslu Babel, EM Osykar saat dikonfirmasi pada Senin (12/2/2024).
Osykar menuturkan, Bangka Selatan berada diangka 11.6 persen mengenai tingkat kerawanan masuknya politik uang dari 24 kabupaten/kota di Indonesia.
“Dari 29 Provinsi itu kita Bangka Belitung masuk nomor 10 berpotensi terkait politik uang. Kalau dari 24 kabupaten kota tingkat kerawanan itu di Bangka Selatan dengan tingkat kerawanannya yaitu 11,6 persen,” ujarnya.
Menurut Osykar, modus terjadinya politik uang dilakukan dengan berbagai cara sehingga tak hanya uang cash semata.
Sejumlah modus itu berdasarkan temuan dan laporan yang ditangani oleh pihaknya.
“Itu modusnya bermacam-macam dan bukan hanya uang, tapi juga semisal lewat voucher dan sembako. Itu yang paling banyak,” ungkapnya.
Ia menlanjutkan, politik uang tidak hanya pada jual beli suara dengan uang. Namun juga terjadi dengan menjanjikan sesuatu barang atau benda lainnya yang di masa tenang dimanfaatkan oleh oknum untuk meraih simpati suara.
Bawaslu Babel, kata dia, sejak dini sudah melakukan pencegahan dan imbauan terkait politik uang.
“Banyak imbauan yang kami sampaikan baik itu ke masyarakat maupun peserta pemilu untuk dapat menjaga kondusifitas di masa tenang ini,” kata Osykar.
Penulis : Hendri J. Kusuma





















