AksaraNewsroom.ID – Pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di bawah kepemimpinan Gubernur Hidayat Arsani tidak lagi bertumpu pada infrastruktur fisik semata. Fokus kini bergeser lebih strategis dengan membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Komitmen tersebut dibuktikan melalui berbagai capaian konkret di sektor ketenagakerjaan sepanjang Tahun Anggaran 2025 hingga 2026.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), berhasil merealisasikan sejumlah program yang berdampak langsung terhadap peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.
Gubernur Hidayat Arsani menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM dan perlindungan terhadap pekerja menjadi kunci dalam menekan angka pengangguran sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Salah satu langkah strategis terlihat dari penguatan hubungan industrial. Melalui program pencegahan perselisihan hubungan industrial, Pemprov Babel berhasil merumuskan 10 rekomendasi penyelesaian perkara ketenagakerjaan di tingkat provinsi.
Pendekatan preventif ini terbukti efektif menjaga iklim usaha tetap kondusif, dengan seluruh pengaduan ketenagakerjaan sepanjang 2025 berhasil ditangani dengan baik.
Di sisi lain, keberpihakan terhadap kesejahteraan pekerja juga ditunjukkan melalui penerbitan Surat Keputusan (SK) Gubernur terkait penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP).
Kebijakan ini menjadi dasar hukum yang adil dan berimbang bagi pekerja maupun pelaku usaha.
Tak berhenti di situ, Pemprov Babel juga mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program pelatihan berbasis kebutuhan industri.
Sepanjang 2025, sebanyak 208 pencari kerja berhasil dilatih, terdiri dari 64 orang melalui pendanaan APBD dan 144 orang melalui APBN.
Seluruh pelatihan dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker Babel guna memastikan lulusan siap bersaing di pasar kerja.
Penguatan pengawasan ketenagakerjaan juga menjadi perhatian serius. Tercatat, sebanyak 325 perusahaan telah diawasi secara intensif sepanjang 2025.
Dari jumlah tersebut, 25 perusahaan berhasil didorong mencapai tingkat kepatuhan penuh terhadap norma ketenagakerjaan sesuai peraturan yang berlaku.
Capaian ini menegaskan bahwa arah pembangunan Bangka Belitung kini semakin komprehensif. Tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kualitas SDM, melindungi pekerja, dan menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.***

















