AksaraNewsroom.ID — Wakil Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Aminuddin Ma’ruf, melakukan kunjungan kerja ke PT Timah Tbk dalam rangka monitoring kinerja serta evaluasi program streamlining sebagai bagian dari transformasi industri timah nasional.
Kunjungan yang berlangsung pada Mei 2026 ini diterima langsung oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Timah, Fina Eliani.
Dalam agenda tersebut, BP BUMN menekankan pentingnya percepatan transformasi perusahaan agar lebih fokus, efisien dan kompetitif di tengah tekanan industri pertambangan global.
Aminuddin menegaskan, pemerintah saat ini memprioritaskan dua agenda utama dalam transformasi BUMN, yakni hilirisasi dan streamlining.
“Fokus utama saat ini adalah hilirisasi dan streamlining. Untuk streamlining, targetnya selesai tahun ini sesuai arahan Presiden,” ujarnya.
Menurutnya, program streamlining bertujuan mengembalikan fokus BUMN pada bisnis inti (core business), termasuk melakukan evaluasi terhadap anak usaha yang dinilai tidak sejalan dengan strategi utama perusahaan.
Sementara itu, Fina Eliani memaparkan kinerja perusahaan serta struktur bisnis grup PT Timah yang terus diperkuat melalui pengelolaan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Ia menjelaskan, lini bisnis utama pertambangan timah dijalankan langsung oleh PT Timah, sedangkan sektor hilirisasi dikelola melalui PT Timah Industri yang memproduksi tin chemical dan tin solder.
Selain itu, diversifikasi usaha juga dilakukan melalui anak perusahaan, seperti PT Timah Investasi Mineral di sektor nikel dan PT TAJ di bidang batu bara.
Adapun lini bisnis pendukung dijalankan oleh sejumlah entitas, di antaranya Indometal London Limited sebagai agen pemasaran global, PT Dok dan Perkapalan Air Kantung di sektor galangan kapal, PT Timah Agro Manunggal untuk reklamasi, serta PT Timah Karya Persada Properti di sektor properti.
PT Timah menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip Good Mining Practice, tata kelola perusahaan yang baik, serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan fundamental perusahaan.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan transformasi BUMN strategis berjalan optimal, sekaligus memperkuat daya saing industri timah nasional di pasar global.***


















