AksaraNewsroom.ID – Musibah kebakaran yang melanda Kelurahan Teladan, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, menyisakan duka bagi tiga kepala keluarga (KK). Dalam hitungan menit, rumah beserta seluruh harta benda mereka hangus dilalap api.
Begitu menerima informasi mengenai musibah tersebut, Ketua DPD Partai Golkar Bangka Selatan, Rina Tarol, langsung mencari tahu kondisi para korban dan berkoordinasi agar bantuan segera dapat disalurkan.
Sebagai bentuk respons cepat, Gubernur Bangka Belitung sekaligus Ketua DPD I Golkar, Hidayat Arsani, kemudian mengutus Rina Tarol bersama BAZNAS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk menyerahkan bantuan kepada warga terdampak.
Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada tiga keluarga terdampak sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan mendesak pascakebakaran.
Rina berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi penyemangat bagi para korban untuk bangkit dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
“Kami bersama BAZNAS Bangka Belitung menyerahkan amanah dari Bapak Gubernur Hidayat Arsani kepada warga yang menjadi korban kebakaran di Kelurahan Teladan. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan meringankan beban para korban,” kata Rina, yang juga merupakan anggota DPRD Babel.
Selain menyerahkan bantuan dari BAZNAS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rina Tarol juga memberikan bantuan pribadi kepada salah seorang korban, Cici.

Bantuan berupa uang tunai tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak korban, terutama karena seluruh harta benda miliknya hangus terbakar.
Dari informasi yang dihimpun Aksara Newsroom, saat kebakaran terjadi seluruh penghuni rumah sedang berada di luar untuk bekerja. Akibatnya, tidak ada satu pun barang yang berhasil diselamatkan.
Seluruh perabot rumah tangga, pakaian, hingga perlengkapan pribadi ludes terbakar, menyisakan para korban hanya dengan pakaian yang melekat di badan.
Meski demikian, musibah tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Salah seorang korban, Cici, kini harus menghadapi kenyataan pahit setelah kehilangan seluruh harta bendanya. Di tengah kondisi itu, ia juga mengasuh bayi berusia tiga bulan dan mempersiapkan kebutuhan pendidikan anaknya yang akan memasuki bangku SMA.
Beruntung, saat peristiwa terjadi bayi tersebut sedang dititipkan kepada keluarganya sehingga selamat dari kobaran api.
Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Bangka Belitung, Suhardi mengatakan pihaknya telah melakukan asesmen di lapangan sebelum menentukan bentuk bantuan yang akan diberikan.
“Pendataannya sudah kami lakukan. Kemungkinan bantuan yang diberikan berupa uang tunai agar bisa digunakan sesuai kebutuhan masing-masing korban,” ujarnya.
Menurutnya, BAZNAS tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga akan mengkaji kemungkinan bantuan lanjutan. Namun, bantuan rehabilitasi rumah harus disesuaikan dengan status kepemilikan bangunan yang terbakar.
“Kalau rumah kontrakan tentu mekanismenya berbeda. Untuk rumah yang merupakan milik pribadi akan kami bahas lebih lanjut apakah memungkinkan mendapat bantuan rehabilitasi. Di Bangka Barat sebelumnya kami pernah membantu membangun kembali rumah korban karena status rumahnya milik sendiri,” katanya.
BAZNAS menegaskan akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan pemerintah daerah guna memastikan kebutuhan para korban dapat terpenuhi, baik pada masa tanggap darurat maupun dalam proses pemulihan pascakebakaran.****


















