AksaraNewsroom.ID – Pekerjaan pembangunan saluran irigasi di Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Belitung, menyisakan sejumlah pertanyaan. Meski secara fisik saluran telah terbangun, kondisi permukaan beton pada sejumlah bagian justru menarik perhatian.
Proyek itu diketahui paket pekerjaan PUPR Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung. Namun, hingga penelusuran di lapangan dilakukan, belum diketahui secara pasti pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada 26 September 2026, sejumlah bagian pekerjaan menjadi perhatian setelah permukaan beton tampak tidak seragam, ditandai perbedaan warna dan tekstur pada beberapa titik.
Bercak atau bidang dengan karakter berbeda tersebut terlihat tidak beraturan. Yang menjadi perhatian, pola serupa muncul berulang pada beberapa bagian saluran, baik pada sisi kiri maupun kanan.

- Baca Juga: Ironi Proyek Ketahanan Pangan di Batu Betumpang, Petani Keluhkan Air Asin hingga Pintu Air Bocor
Kondisi inilah yang kemudian memunculkan dugaan adanya jejak perbaikan pada sejumlah titik pada proyek baru dikerjakan tersebut. Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah bidang-bidang tersebut merupakan bekas perbaikan atau hasil finishing.
Warga setempat yang rumahnya berhadapan dengan proyek, menyebut pembangunan saluran tersebut relatif baru dikerjakan dan berlangsung pada tahun ini. “Baru tuh, ya tahun ini,” ujar seorang ibu ruang tangga setempat yang ditemui Aksara Newsroom.
Seorang warga yang sehari-hari bekerja sebagai petani menyampaikan ketidakpuasannya terhadap kondisi bangunan tersebut. Ia melihat adanya sejumlah bagian yang tampak berbeda dan dugaannya menyerupai bekas retakan maupun pecahan.
“Yang jelas, warga nggak merasa puas melihat bangunannya seperti itu. Belum ada satu tahun, (diduga) sudah banyak yang retak-retak dan pecah,” ujar pria berinisial Dul itu kepada Aksara Newsroom, Sabtu (26/9).

- Baca Juga: Kelayakan Sumur Bor Batu Betumpang Dipertanyakan, Rina Tarol: Jangan Berlindung di Balik Pengawas
Warga tersebut berharap temuan itu tidak dibiarkan dan dapat ditindaklanjuti melalui pemeriksaan teknis oleh pihak terkait.
“Itu perlu ditindaklanjuti, Pak,” ujar warga setempat yang berprofesi sebagai petani itu.
Warga lainnya ditemui di lokasi terpisah, belum dapat memastikan nama kontraktor. Namun, ia hanya menyebut beberapa nama yang diketahuinya berkaitan dengan pekerjaan di sekitar kawasan tersebut.
“Itu BWS, ya Bambang, sepaket sepanjang itu (proyek irigasi). Kalau ngecat (pekerjaan dinding Metukul) aku kemarin punya Samsul, ya, termasuk itu (diduga proyek penggalian),” katanya ditemui di lokasi.
Namun sayangnya, tidak terlihat papan informasi proyek di sepanjang area pekerjaan yang dipantau di lokasi. Kondisi tersebut membuat informasi dasar mengenai pekerjaan, termasuk nama paket, nilai kontrak, pelaksana hingga waktu pelaksanaan, tidak dapat diketahui langsung dari lokasi.
Konfirmasi kemudian dilakukan kepada Saefudin dari BWS Babel. Kepala Satuan Kerja Non Vertikal tertentu Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air BWS Babel, Syaifuddin membenarkan adanya pekerjaan irigasi di kawasan Rias. Namun, ia menyebut pekerjaan tersebut belum selesai.
“Pekerjaan irigasi iya benar, tapi masih dalam pelaksanaan, Pak,” katanya, Senin (28/9).
Soal perbedaan permukaan beton yang terlihat di lapangan, Syaifuddin memberikan penjelasan teknis. Menurut dia, kondisi tersebut bukan merupakan bekas perbaikan.
“Itu bukan perbaikan tapi finishing dari beton yang melengket ke bekisting,” katanya.
Ia juga mengkalim bahwa kondisi tersebut tidak mengurangi kekuatan konstruksi. “Secara teknis tidak mengurangi kekuatan, karena bukan retak, bukan lubang dan bukan pecah,” katanya.

- Baca Juga: Ditreskrimsus Polda Babel Benarkan Sedang Selidiki Proyek Dermaga Plengsengan Tanjung Gading
Disinggung soal hasil pekerjaan apakah telah diperiksa terhadap spesifikasi teknis, termasuk mutu dan ketebalan beton. Menjawab hal itu, Saefudin memastikan aspek tersebut berada dalam pengawasan.
“Kalau itu pasti, Pak, karena diawasi, termasuk ketebalannya,” ujarnya.
Menyikapi pekerjaan itu disorot oleh warga setempat, Saefudin mengatakan informasi tersebut dapat menjadi perhatian bagi pihak yang menangani pekerjaan. “Baik, Pak. Terima kasih atas perhatiannya untuk menjadi koreksi bagi teman-teman PPK,” katanya.

Sementara itu, Aksara Newsroom juga menemukan aktivitas alat berat di kawasan Embung Yamin/Pumpung, Desa Rias. Dua alat berat terlihat melakukan aktivitas pada area yang dipenuhi rumput dan vegetasi. Bucket excavator tampak mengangkat lapisan permukaan berupa rumput, akar dan tanah.
Pada beberapa bagian, material yang diangkat terlihat kembali berada di sekitar area pekerjaan. Kondisi tersebut sebelumnya dipertanyakan warga yang menilai aktivitas tersebut lebih menyerupai pembalikan rumput dan tanah permukaan dibandingkan pengerukan.
Namun, ketika ditanyakan apakah pekerjaan di Embung Yamin/Pumpung tersebut merupakan pekerjaan BWS Babel, Saefudin belum dapat memastikan.
“Kalau itu saya belum tahu, Pak. Saya nggak paham. Kalau BWS mungkin bidang lain. Jadi saya nggak tahu kalau pekerjaan itu,” katanya
Aksara Newsroom membuka ruang kepada pihak pelaksana pekerjaan maupun pihak terkait untuk memberikan klarifikasi, tanggapan atau penjelasan atas informasi yang disampaikan dalam pemberitaan ini. (hjk/dd).

















