AksaraNewsroom.ID — Ancaman kejahatan digital yang semakin beragam mendorong perlunya penguatan literasi digital di kalangan pelajar. Hal tersebut menjadi perhatian Bank Sumsel Babel yang bersinergi dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfo) Kabupaten Bangka melalui sosialisasi bertema “Internet Sehat di Lingkungan Sekolah” di Aula SMA Negeri 1 Belinyu.
Kegiatan yang diikuti 40 siswa tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung gerakan nasional Deklarasi Sekolah Cakap Digital yang dicanangkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).
Mewakili Pemimpin Bank Sumsel Babel Cabang Sungailiat Iman Budi Setiawan, Pemimpin Cabang Pembantu Bank Sumsel Babel Belinyu, Nia Septiana, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan dan kolaborasi ini, sehingga Bank Sumsel Babel dapat turut serta menjadi bagian dari gerakan nasional Deklarasi Sekolah Cakap Digital,” ujar Nia Septiana, Rabu (15/9/2026).
Menurut Nia, perkembangan teknologi dan internet memberikan banyak manfaat bagi pelajar, terutama dalam mengakses informasi, mengembangkan kreativitas, hingga menunjang proses pembelajaran. Namun, kemudahan tersebut juga diikuti berbagai risiko apabila tidak dibarengi dengan pemahaman literasi digital yang memadai.
Ia menyoroti sejumlah ancaman yang perlu diwaspadai generasi muda, mulai dari penipuan daring atau phishing, pinjaman online ilegal, investasi bodong hingga judi online.
“Tingginya penggunaan internet sering kali tidak diimbangi dengan literasi digital yang memadai. Baru-baru ini bahkan ada modus penipuan baru yang mengaku dari instansi melalui panggilan video (video call), meminta pengkinian data e-KTP dan mentransfer sejumlah uang untuk biaya materai,” ungkapnya.
Untuk mencegah pelajar menjadi korban kejahatan digital, Nia mengingatkan pentingnya menerapkan tiga prinsip dalam menggunakan internet.
Pertama, menjadi pengguna yang cerdas dengan tidak mudah percaya terhadap tawaran atau iming-iming keuntungan instan di dunia maya.
Kedua, menjaga keamanan data pribadi. Pelajar diminta tidak sembarangan memberikan NIK, nomor rekening, kode OTP maupun informasi pribadi lainnya kepada pihak yang tidak dapat dipastikan identitasnya, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas bank.
Ketiga, menggunakan internet secara produktif dengan memanfaatkannya untuk belajar, mengembangkan keterampilan, mencari informasi yang bermanfaat serta mempersiapkan masa depan.
Dalam kegiatan tersebut, Bank Sumsel Babel juga memperkenalkan sejumlah layanan perbankan kepada pelajar dan masyarakat, di antaranya Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar) yang ditujukan untuk membantu membangun kebiasaan menabung dan kemandirian finansial sejak dini.
Selain itu, diperkenalkan pula Tabungan Pesirah serta layanan Mobile Banking BSB sebagai fasilitas transaksi perbankan yang dapat digunakan secara praktis melalui perangkat digital.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun keluarga untuk menciptakan ruang siber yang aman, sehat, dan produktif,” pungkas Nia.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Diskominfo Kabupaten Bangka Wistony Clause, Kepala SMAN 1 Belinyu Erma Suryany, serta jajaran guru, staf dan peserta didik.
Melalui kolaborasi tersebut, edukasi literasi digital diharapkan tidak berhenti pada lingkungan sekolah, tetapi dapat diterapkan para pelajar dalam aktivitas sehari-hari, termasuk saat menggunakan layanan digital dan melakukan transaksi keuangan.****
















