PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat sejumlah indikator strategis ekonomi daerah menunjukkan kinerja positif sepanjang Juni-Juli 2025.
Data resmi BPS Babel mencatat perbaikan signifikan di berbagai sektor, mulai dari inflasi yang terkendali, peningkatan daya beli petani, pertumbuhan penumpang transportasi, hingga lonjakan kunjungan wisatawan domestik.
Data lainnya, BPS Babel juga merilis IHK Juli 2025 mencapai 105,66. Pada Juli 2025, Bangka Belitung mencatat inflasi year-on-year sebesar 2,05%, dengan inflasi bulanan sebesar 0,65%. Nilai Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat di angka 105,66.
Inflasi terutama dipicu oleh kenaikan harga emas perhiasan, bawang merah, dan daging ayam ras. Kenaikan harga komoditas ini juga mendorong inflasi bulanan bersama ikan kerisi yang juga mengalami peningkatan harga.
Komoditas penyumbang utama inflasi tahunan adalah emas perhiasan, bawang merah, dan daging ayam ras, sedangkan secara bulanan dipicu oleh daging ayam ras, bawang merah, dan ikan kerisi.
Secara spasial, berikut perkembangan inflasi di empat wilayah pencatatan, yakni Belitung Timur mencatat inflasi tertinggi secara tahunan (3,50% y-on-y) dan bulanan (1,04% m-to-m), Tanjung Pandan mengalami inflasi 2,67% y-on-y dan 1,41% m-to-m.
Sementara itu Pangkalpinang mencatat inflasi 1,71% y-on-y dan 0,46% m-to-m, dan Bangka Barat tercatat paling rendah dengan 1,18% y-on-y dan 0,16% m-to-m.
Daya Beli Petani Menguat 2,36 Persen pada Juli 2025
Nilai Tukar Petani (NTP) Juli 2025 tercatat naik 2,36 persen, menjadi 150,84. Kenaikan didorong oleh lonjakan harga yang diterima petani (It) sebesar 2,96 persen, terutama dari komoditas kelapa sawit, lada/merica, dan cabai rawit.
Sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik 0,58 persen, dipengaruhi oleh cabai rawit, bawang merah, dan daging ayam ras.
Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga meningkat sebesar 2,81 persen, dengan indeks 149,31. Kenaikan biaya produksi (BPPBM) tercatat relatif rendah yakni 0,14 persen.
Secara regional, Bangka Belitung berada di posisi ke-4 tertinggi di Sumatera, di bawah Bengkulu, Riau, dan Jambi. Kenaikan NTP tertinggi tercatat di Aceh (2,70%), sedangkan penurunan terdalam di Bengkulu (-2,81%).
Sementara di sektor transportasi laut dan idara, BPS Babel mencatat adanya kenaikan kumlah penumpang. Pada Juni 2025, pergerakan penumpang laut dan udara menunjukkan lonjakan signifikan.
Tercatat pada angkutan laut, BPS mencatat untuk penumpang berangkat, yakni 57,75 ribu orang atau naik 84 persen, Penumpang datang: 47,71 ribu orang atau naik 48,69 persen, Barang dimuat: 250,75 ribu ton (turun 10,55%) dan Barang dibongkar: 154,30 ribu ton (turun 6,55%)
Sedangkan pada angkutan udara, tercatat penumpang berangkat yaitu 71,36 ribu orang atau naik 31,16 persen, via Bandara Depati Amir sebanyak 49,42 ribu atau naik 35,04 persen, dan melalui Bandara H.A.S Hanandjoeddin yakni 21,94 ribu atau naik 23,20 persen.
Sedangkan untuk data penumpang datang, tercatat 68,45 ribu orang atau naik 21,30 persen, via Depati Amir: 47,05 ribu atau naik 23,13 persen, dan Via H.A.S Hanandjoeddin: 21,40 ribu atau naik 17,48 persen.
431 Ribu Wisnus Kunjungi Babel
Jumlah perjalanan Wisatawan Nusantara (Wisnus) ke Bangka Belitung pada Juni 2025 mencapai 431,01 ribu orang, naik 12,33 persen dibanding Mei 2025. Secara tahunan (y-on-y), jumlah kunjungan melonjak 82,96 persen dibanding Juni 2024.
Sementara itu, jumlah tamu hotel: 52.146 orang (naik 8,61%). Adapun Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang: 25,51 persen (naik 1,95 poin). Rata-rata lama menginap: 1,43 malam (turun 0,06 malam)
Perdagangan Luar Negeri Surplus: Ekspor Naik, Impor Terjaga
Nilai ekspor Bangka Belitung pada Juni 2025 tercatat US$166,65 juta, naik 1,72 persen secara tahunan. Kumulatif ekspor Januari–Juni 2025 mencapai US$975,55 juta, tumbuh 64,97 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara impor tercatat sebesar US$0,65 juta, dengan nilai kumulatif US$4,37 juta atau naik 73,63 persen (c to c). Neraca perdagangan bulan Juni 2025 mencatat surplus sebesar US$166,00 juta.
Sumber : BPS Bangka Belitung.





















