PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bangka Belitung memastikan kesiapan jalur nasional melalui perbaikan jalan berlubang sekaligus penyediaan posko layanan pemudik di sejumlah titik strategis.
Selain mendirikan posko layanan bagi pemudik, BPJN Babel mempercepat penanganan ratusan titik jalan berlubang di sepanjang ruas jalan nasional di Bangka Belitung
Kepala BPJN Babel, Susan Novelia, mengatakan berbagai langkah telah disiapkan untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar dan nyaman.
Persiapan tersebut meliputi penyelesaian pekerjaan jalan, pemetaan risiko bencana hingga penyediaan posko layanan di jalur nasional.
Sebagai bentuk pelayanan langsung kepada pemudik, lanjut dia, BPJN Babel telah mendirikan enam posko di sejumlah ruas strategis.
“Posko tersebut dilengkapi fasilitas tempat istirahat, ruang ibadah, kamar mandi, air minum, area parkir hingga alat pelindung diri,” ujarnya, Rabu (25/2), dalam keterangannya kepada awal media.
Susan menjelaskan, pekerjaan infrastruktur jalan sepanjang 2025 telah rampung sepenuhnya dan siap mendukung kelancaran arus lalu lintas mudik tahun ini.
BPJN mencatat total panjang jalan nasional di Bangka Belitung mencapai 598,65 kilometer dengan tingkat kemantapan jalan sebesar 99,8 persen. Selain itu, terdapat 334 jembatan yang berada dalam pengelolaan.
Meski kondisi infrastruktur secara umum baik, BPJN masih menangani sekitar 600 titik lubang jalan hasil pemetaan terbaru.
“Pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat melintas di lokasi perbaikan. Seluruh pekerjaan penanganan lubang jalan ditargetkan selesai sampai Maret 2026,” ujar Susan.
Dalam upaya mengantisipasi gangguan perjalanan, ia mengatakan bahwa BPJN mengacu pada data curah hujan Januari 2026 dari BMKG serta peta kebencanaan dari BNPB.
Hasil pemetaan menunjukkan terdapat tujuh wilayah rawan banjir dan dua titik rawan longsor di Bangka Belitung.
Selain itu, BPJN juga mengidentifikasi lokasi rawan kecelakaan dan kemacetan serta menyiapkan peralatan dan material kebencanaan di sepanjang jalur mudik.
Untuk memastikan kelancaran arus mudik, BPJN Babel memperkuat langkah mitigasi, di antaranya mengoptimalkan pemeliharaan rutin melalui pembersihan drainase dan pengendalian vegetasi di ruang milik jalan.
Selain itu, lanjutnya, menangani potensi kerusakan dengan pemasangan sandbag serta pembangunan bronjong dan dinding penahan tanah, memasang rambu peringatan di lokasi pekerjaan jalan serta membatasi tonase kendaraan.
Menyiapkan alat berat, material, pengawas lapangan, dan Tim Reaksi Cepat, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan kepolisian.
Sebagai bentuk pelayanan kepada pemudik, BPJN mendirikan enam posko di sejumlah ruas jalan nasional, antara lain Namang-Koba, Sungailiat-Pangkalpinang, Tanjung, Perawas-Badau serta Tanjung Gudang-Lumut.
Di sisi lain, disampaikan juga pembangunan Jembatan Air Liring masih berlangsung dengan progres pekerjaan sekitar 2 persen.
“Jalan Cincong Mengkubung ini kita kerjakan menjadi dua tahap, target dikerjakan dalam waktu 2 setengah bulan untuk jalan sepanng 4 kilometer ini, sehingga dikerjakan 2 tahap. Cincong ini tidak terlalu lama kita usulkan, mmg karena kondisinya darurat,” ujarnya.
Lanjut dia, BPJN Babel berharap seluruh langkah persiapan tersebut mampu memastikan perjalanan mudik Lebaran 2026 berlangsung aman, lancar dan nyaman bagi masyarakat,” kata dia.





















