PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID – Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani menanggapi aksi penyeludupan pasir timah yang masih terjadi belakangan ini. Maraknya aksi penyeludupan dinilai sangat merugikan negara dan daerah itu sendiri.
“Penyelundupan ini merugikan negara, PAD tidak dapat apa-apa,” katanya saat dikonfirmasi pada Selasa (3/6/2025).
Menurut Gubernur, kasus penyeludupan timah baru-baru ini atau sekitar 25 ton telah ditangani oleh aparat penegak hukum.
“Penyelundupan ini memang harus dibasmikan,” katanya.
Namun di sisi lain, ia tak menampik tidak mudah membasmi aksi penyeludupan biji timah saat ini.
“Kalau hilang penyeludupan, saya kira berat, karena sarana prasarana tidak memadai,” katanya.
Hidayat turut berkomentar soal rencana pembentukan satgas penyeludupan timah. Menurut dia setidaknya hal itu bisa mengurangi aksi penyeludupan timah ke luar dari Bangka Belitung.
Di sisi lainnya, Presiden Prabowo Subianto pun memerintahnya saat pelantikan untuk menyelesaikan kasus penyeludupan timah di Bangka Belitung.
“Satgas itu memang dibentuk, ya kan minimal mengingatkan, mengurangi, selama ini bisa sepuluh kali nyelundup, mungkin hanya bisa tiga saja,” kata dia.
Sebagaimana diketahui, TNI AL berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 25 ton pasir timah ilegal yang diduga akan diselundupkan ke Malaysia melalui KM. Indah Jaya GT 34 yang melewati Pelabuhan Pangkalbalam, Bangka Belitung. Penyelundupan ini digagalkan oleh Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL (Lanal) Bangka Belitung pada tanggal 1 Juni.
Penulis : Hendri J. Kusuma/D2K





















