PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID – Tak banyak infrastruktur di Pangkalpinang yang punya kisah sepanjang Jerambah Gantung. Dari sekadar jembatan tua peninggalan Belanda, kini ia menjelma menjadi penghubung vital yang mempercepat mobilitas dan menghidupkan ekonomi warga.
Perubahan itu baru benar-benar terwujud pada tahun 2021, di masa kepemimpinan Wali Kota Maulan Aklil, yang lebih kerap disapa Molen.
Dibangun pertama kali pada tahun 1938, Jerambah Gantung awalnya dibuat untuk keperluan inspeksi kabel dan tiang listrik.
Label ANNO 1938 yang terukir menjadi bukti jejak sejarahnya. Tapi sejak tahun 1987, jembatan ini mati suri. Gelap, sempit, dan tak terawa, hanya sedikit warga yang berani melintas.
Namun segalanya berubah setelah proyek revitalisasi jembatan dimulai pada 22 April 2020, dan rampung pada awal 2021. Jembatan ini dibangun ulang tanpa meninggalkan identitas lamanya.
Empat tiang merah menjulang di bagian atasnya, seling besi tergantung sebagai ornamen, dan trotoar dibangun di kedua sisi. Lebar jembatan kini mencapai 9 meter, dan mampu menahan beban hingga 178 ton.
“Banyak manfaat positifnya, dulu UBB yang terasa sangat jauh sekali sekarang aksesnya lebih dekat untuk anak-anak kita menuntut ilmu,” kata Molen saat peresmian jembatan pada 4 Maret 2021, dikutip dari Bangka Pos.
Menurut Molen, Jerambah Gantung adalah cita-cita lama yang baru bisa ia wujudkan. Tiga wali kota sebelumnya sudah lama menginginkan jembatan itu kembali hidup.
“Inisiasi pembangunan jembatan ini sudah jauh-jauh hari diinginkan oleh wali kota sebelumnya. Saya sebetulnya hanya meneruskan saja. Artinya ini bukan hanya kerja Molen saja tapi sudah didoakan dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Molen kala itu.
Kini, Jerambah Gantung tak hanya sekadar penghubung Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka, tapi juga mempercepat akses menuju Universitas Bangka Belitung (UBB), menggairahkan aktivitas UMKM, dan menumbuhkan harapan baru.
Putra (40), salah satu pengguna jalan, merasa sangat terbantu.
Alhamdulillah, saat ini Jembatan Jerambah Gantung banyak manfaatnya. Jalan aspal di dua sisi, jadi nyaman lewat sini. Saran lampu penerangan jalan ditambah, supaya lebih aman dan demi keselamatan pengendara,” ungkapnya.
Molen pun berharap wajah kawasan sekitar jembatan bisa terus dipercantik, agar warga semakin nyaman dan aktivitas ekonomi semakin tumbuh.
“Bisa ditambah lampu penerangan, kalau aspal saat ini sudah bagus. Pagar di sekitar jalan menuju jembatan juga perlu diperhatikan,” tambahnya.
Nama Jerambah Gantung tetap dipertahankan, sebagai penghormatan pada sejarah dan kearifan lokal. Karena bagi masyarakat Pangkalpinang, jembatan ini bukan sekadar struktur baja dan beton, tapi warisan, memori kolektif, dan bukti bahwa kemajuan bisa tetap berdiri di atas akar sejarah yang kuat. (*)





















