PANGKALPINANG, AksaraNewsroom.ID – Menjelang Pilkada Ulang Kota Pangkalpinang yang akan digelar pada 27 Agustus 2025, sejumlah tokoh masyarakat mulai menyampaikan pandangan mereka soal siapa sosok yang paling layak memimpin kota ini. Salah satunya adalah H Abu Mansyur, mantan anggota DPRD Pangkalpinang.
Menurutnya, dari empat nama calon yang akan bertarung, semuanya merupakan figur baik yang ingin mengabdi untuk kota Pangkalpinang. Namun, dari keempatnya, hanya satu nama yang disebut sudah membuktikan kinerjanya.
“Molen lah ade bukti, lah begawi, tinggal ngelanjut pembangunan di Pangkalpinang,” ujar H Abu Mansyur saat ditanya warga soal pilihan wali kota.
Molen atau Maulan Aklil adalah Wali Kota Pangkalpinang periode 2018–2023. Selama masa kepemimpinannya, ia dinilai telah melakukan berbagai pembangunan fisik dan program pemberdayaan masyarakat yang nyata dirasakan manfaatnya.
“Pertama, Molen ne urang Pengkal asli. Mak kek Pak Molen urang Pengkal. Sama lah kek Zeki Yamani, calon wakil wali kota,” tambah Abu Mansyur, menekankan pentingnya pemimpin lokal yang memahami karakter dan kebutuhan masyarakatnya.
Beberapa proyek yang disebut sebagai peninggalan Molen selama menjabat antara lain Masjid Agung Kubah Timah, Jerambah Gantung, penataan Alun-Alun Taman Merdeka, Tamansari, dan Dealova. Jerambah Gantung sendiri merupakan proyek yang telah lama digagas, namun baru terealisasi pada era Molen, tepatnya pada tahun 2021.
Tak hanya pembangunan fisik, Molen juga disebut memberi perhatian kepada aspek sosial dan kesejahteraan warga. Di antaranya, pemberian insentif sebesar Rp300 ribu per bulan untuk marbot masjid dan muazin, serta menaikkan honor RT/RW hingga Rp1 juta. Para ustaz dan ustazah yang mengajar di TPA pun mendapatkan insentif sebesar Rp500 ribu per bulan.
“Sebelum e dapat 300 ribu, 400 ribu, zaman Molen ustaz/ustazah dapat Rp500 ribu. Syukurlah Molen lah ade bukti e,” tegas Abu Mansyur. (ril/adv)





















